Diduga Berasal dari Luar TPA, DLH Sebut Kebakaran TPA Supit Urang Dipicu Percikan Api
- account_circle Fitri
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang melakukan upaya pemadaman di area sanitary landfill TPA Supit Urang, Kota Malang (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kebakaran yang melanda kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang di Kecamatan Sukun, Kota Malang. Kebakaran yang melahap sekitar 8 hektar dari total 32 hektar area sanitary landfill tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di luar area TPA yang tak terkendali akibat angin kencang dan cuaca kering.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, M.A.P., sangat menyesalkan munculnya titik api awal yang berasal dari area rumpun bambu (barongan) di sisi selatan luar TPA. Api tersebut dengan cepat menjalar dan melompati aliran sungai menuju tumpukan vegetasi kering serta hamparan sampah di TPA.
“Kalau dari saya mungkin sangat menyesalkan pembakaran lahan, apakah itu sampah yang dilakukan di barongan bambu yang di sisi selatan TPA Supit Urang. Karena angin cukup kencang banget sehingga titik api cepat merambat melewati sungai karena kondisi kering yang berada di TPA Supit Urang,” ujar Raymond.
Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan mulai membesar sejak Rabu pukul 12.30 WIB. Amukan si jago merah membakar sekitar 4 hektar area old landfill lahan uruk lama) dan 4 hektar area new landfill (lahan uruk baru). Secara keseluruhan, lebih dari separuh dari total 12 hektar tumpukan sampah yang ada di area tersebut terdampak oleh kobaran api.
Proses pemadaman telah dilakukan secara marathon hingga tengah malam, namun kondisi medan dan tumpukan sampah membuat pemadaman belum mencapai 100 persen. Kendala utama yang dihadapi petugas gabungan di lapangan adalah pekatnya asap serta hembusan angin yang kencang yang membatasi jarak pandang tim pemadam.
“Sampai tadi malam sampai jam 12 malam teman-teman sudah melakukan pemadaman tetapi belum semuanya berkondisi 100 persen. Pagi ini masih ada timbunan api dan memang angin cukup kencang,” jelasnya.
Upaya penanganan pada hari berikutnya terus diperkuat dengan melibatkan personel lintas instansi, mulai dari Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang, hingga bantuan sarana prasarana dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur untuk menuntaskan penanganan tersebut.
Berdasarkan hasil penelusuran awal oleh jajaran Polsek Sukun, sumber api diyakini bukan berasal dari dalam TPA. Kebakaran bermula dari pembakaran sampah di area peternakan ayam di luar batas TPA yang percikan apinya mengenai tumpukan bambu dan merembet hebat akibat tiupan angin ke arah utara.
“Jadi memang awal mula pembakaran itu terjadi di sisi selatan TPA, jadi bukan di area TPA. Di luar area TPA ada pembakaran yang dilakukan oleh mungkin pegawai peternakan ayam di sana. Dia bakar sampah, terus percikannya kena bambu, bambunya melebar melewati sungai kebetulan rumput-rumput kering di area TPA Supit Urang kena,” ungkap Raymond.
Ia mengemukakan Kepolisian bersama pihak desa kini tengah mengidentifikasi pemilik kandang ayam tersebut.
Insiden kebakaran ini tercatat sebagai kejadian ketiga yang melanda kawasan TPA Supit Urang. Meski dampaknya cukup luas hingga menyebarkan asap ke sejumlah wilayah perumahan dan pemukiman sekitar Malang, dampaknya dinilai relatif lebih terkendali dibanding kejadian beberapa tahun lalu karena sistem pengelolaan sanitary landfill serta penanganan gas metana yang telah meminimalkan risiko ledakan api yang lebih besar.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang agar insiden serupa tidak terulang, DLH Kota Malang merencanakan penutupan dan pengurukan lanjutan menggunakan tanah. Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memasang lapisan ecoplas tahan api di atas hamparan lahan untuk mencegah penyebaranapi di masa mendatang.
- Penulis: Fitri



