~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dinsos P3AP2KB Kota Malang Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Siswa SMPN 18 Malang 

Dinsos P3AP2KB Kota Malang Siapkan Pendampingan Psikologis untuk Siswa SMPN 18 Malang 

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM —Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang menyiapkan langkah pendampingan psikologis bagi para siswa yang menjadi korban kasus kekerasan di SMPN 18 Malang.

Langkah responsif tersebut diawali dengan kunjungan Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ke SMPN 18 Kota Malang pada Jumat lalu untuk menjalin komunikasi awal bersama pihak sekolah serta para orang tua siswa yang terdampak.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Sailendra, menyatakan bahwa pihak dinas terus mematangkan skema pendampingan agar penanganan anak-anak dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing korban.

“Jumat itu Dinsos, Kepala UPT PPA sudah ke SMP 18, komunikasi dengan guru-guru, termasuk dengan yang orang tua korban. Nah, kita menyiapkan pendampingan untuk psikolognya,” ujar Sailendra.

Berdasarkan hasil pendataan awal, terdapat kurang lebih 10 siswa yang teridentifikasi sebagai korban. Namun, Sailendra menekankan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pemutakhiran data yang sedang berjalan.

“Kami masih mendata dulu. Untuk sementara, pada waktu hari Jumat kemarin itu kurang lebih 10 orang. Saya mendapatkan datanya itu informasinya yang jadi korban. Tapi bisa jadi ada perubahan data, kami masih menunggu,” kata Sailendra.

Mengenai lokasi dan mekanisme pelaksanaan pendampingan, Dinsos P3AP2KB bersikap fleksibel. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pilihan tempat baik di sekolah, rumah tinggal, maupun kantor Dinsos kepada kenyamanan dan permintaan para siswa beserta orang tua mereka.

“Tergantung situasi, kondisi, dan permintaan siswa ya. Mau di sekolah, mau di rumah, atau di kantor Dinsos, monggo saja. Disesuaikan kita,” jelasnya.

Proses asesmen mendalam dan pendampingan psikologis dijadwalkan mulai berjalan secara intensif per hari ini. Tim Dinsos P3AP2KB akan menggali informasi komprehensif dari berbagai pihak, termasuk orang tua korban, komite sekolah, hingga paguyuban wali murid untuk menentukan tindakan penanganan yang paling tepat.

“Ya pertama kan kita asesmen dulu ya. Asesmen itu mengajak bicara orang tuanya, si korban, termasuk nanti mungkin minta informasi pada komite sekolah atau paguyuban wali murid. Nanti tergantung pada si korban meminta pendampingan psikolog atau seperti apa,” tutur Sailendra. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less