Eksebisi Tinju Amatir Hidupkan Kembali Atmosfer Barometer Tinju Nasional di Kota Malang
- account_circle redaksi
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
ADADIMALANG.COM – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang menggandeng Komisi Tinju Indonesia (KTI) menggelar eksebisi tinju amatir yang diikuti oleh pelajar level SMA/SMK di Kota Malang, Minggu (23/8/2026) di lapangan luar Stadion Gajayana Malang.
Ketua Pertina Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin mengatakan bahwa kegiatan bertajuk “Malang The Glory Land” tersebut guna menyemarakkan gelaran Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana yang berlangsung selama tiga hari.
“Pagelaran eksibisi tinju amatir ini dalam rangka menyemarakkan galean Festival Mbois 11 di Kota Malang,” ujarnya.
Anas mengatakan momentum tersebut sekaligus menghidupkan kembali semangat dan atmosfer olahraga tinju di Kota Malang yang sebelumnya pernah menjadi barometer tinju nasional.

Ketua Pertina Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin
“Harapannya ini menjadi momentum awal untuk menumbuhkan kembali spirit dan atmosfer olahraga tinju Kota Malang yang pernah menjadi barometer nasional,” tambahnya.
Tak hanya itu, Anas menegaskan bahwa agenda tersebut turut menjadi ruang regenerasi para atlet tinju muda sekaligus menjadi bagian dari persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Anas menyebut bahwa tren hidup sehat ala generasi muda saat ini menjadi kegiatan yang positif. Untuk itu, pihaknya mengarahkan olahraga tinju sebagai salah satu bagian sekaligus mentabulasi potensi atlet berbakat.
“Tren hidup sehat anak muda di Kota Malang merujuk ke arah positif, salah satunya melalui olahraga tinju, ini sekaligus untuk mengumpulkan para atlet berbakat,” katanya.

Sementara itu, Komisi Nasional Tinju Profesional Indonesia (KTPI) Malang, Ade Herawanto menambahkan bahwa pihaknya turut menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pihaknya turut mengajak para senior tinju Indonesia untuk turut membina regenerasi petinju, wasit, hingga hakim.
“Momentum ini membawa darah baru, kami tergerak turun ke KTI profesional untuk menyiapkan regenerasi,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Sam Ade tersebut menegaskan bahwa generasi muda yang menyukai dunia tinju perlu wadah yang terarah untuk mengembangkan potensinya, yaitu melalui organisasi resmi.
“Generasi muda yang menyukai tinju perlu wadah untuk mengembangkan potensinya, Pertina menaungi petinju amatir, sementara KTPI menaungi petinju profesional,” tuturnya.
Ia juga mendorong adanya regulasi yang jelas untuk melindungi para atlet muda hingga perangkat pertandingan di Kota Malang.
Dalam momentum tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir turut hadir dan menyaksikan langsung pertandingan. Ia pun memberikan semangat dan motivasi kepada para generasi muda yang bertanding. (Red)
- Penulis: redaksi



