~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Jaga Daya Tarik Wisata, Disporapar Malang Siapkan Revitalisasi Kampung Tematik

Jaga Daya Tarik Wisata, Disporapar Malang Siapkan Revitalisasi Kampung Tematik

  • account_circle Fitri
  • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) tengah merancang langkah strategis untuk memperbarui dan merevitalisasi sejumlah destinasi kampung tematik. Strategi ini diambil guna menjaga daya tarik wisata kerakyatan yang menjadi salah satu penopang sektor pariwisata daerah.

Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengungkapkan bahwa keberadaan kampung tematik hingga kini masih menjadi salah satu pendongkrak utama angka kunjungan wisatawan ke Kota Malang, di samping sektor sport tourism yang juga terus berkembang pesat.

Saat ini, kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan masih memegang kendali sebagai destinasi kampung tematik dengan tingkat kunjungan paling dominan. Posisi tersebut kemudian disusul oleh kawasan Kampung Warna-Warni Jodipan yang tetap konsisten menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Sementara Kota Malang yang kampung tematik yang paling banyak itu ya masih di Kayutangan. Nggih, setelah itu Kampung Warna-Warni. Setelah itu sport tourism juga yang paling banyak,” ujar Arif.

Selain kedua kawasan unggulan tersebut, keberlanjutan dan eksistensi kampung tematik lainnya di wilayah Kota Malang juga terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kawasan seperti Kampung Biru Arema dan Kampung Putih dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Ya tetap masih tetap kampung tematik yang lain. Kampung Warna-Warni, Kampung Biru, Kampung Putih gitu,” tutur Arif

Guna menjaga daya pikat destinasi tersebut, Disporapar menegaskan komitmennya untuk melakukan peremajaan dan revitalisasi secara berkala. Upaya ini dinilai krusial agar fasilitas serta estetika kawasan wisata berbasis komunitas tersebut tidak mengalami penurunan kualitas.

Meski demikian, pelaksanaan revitalisasi kawasan ini dipastikan tidak akan membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Disporapar memilih mengoptimalkan skema pendanaan alternatif melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari kemitraan sektor swasta.

Untuk merealisasikan skema tersebut, Disporapar berkoordinasi erat dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait. Sinergi ini dibangun bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang.

“Peremajaan? Ya, pastinya itu ya. Tapi kita kan enggak bisa menggunakan dana APBD. Makanya kita dorong dari dana-dana CSR nanti. Makanya kan nanti kami koordinasi dengan OPD teknis, dalam hal ini Bappeda sama PTSP, bagaimana caranya mencari dana CSR untuk bisa mengembangkan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Malang itu,” pungkas Arif. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less