Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

UMM gelar Musikalisasi Puisi dalam ajang Malam Sejuta Puisi di FPP Fest. 2018

UMM gelar Musikalisasi Puisi dalam ajang Malam Sejuta Puisi di FPP Fest. 2018
Ratusan balon dilepas oleh para pengunjung FPP. Fest.

Kota Malang – Memasuki tahun ketiga, pelaksanaan FPP Fest. kali ini terkesan lebih istimewa karena menghadirkan nuansa yang cukup berbeda yakni Musikalisasi Puisi dengan menghadirkan duo vokal puisi legendaris AriReda (Ari Malibu dan Reda Gaudiamo) hari ini, Kamis (26/04).

Acara malam Sejuta Puisi yang digelar di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini rangkaiannya dilaksanakan sejak pagi dan puncak acara di malam hari yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan yang menyatakan bahwa dalam hal kemampuan berpuisi tidak selalu linear dengan jurusan pendidikan yang sedang ditempuh di kampus UMM saat ini.

“Ini adalah kolaborasi antara FPP dan Bahasa Indonesia dalam menggelar acara yang bersamaan. Siapa bilang mahasiswa pertanian tidak bisa berpuisi? Banyak juga talenta yang tidak linear dengan pendidikan yang ditempuhya saat ini,” ungkap Fauzan.

Sementara itu Ketua Jurusan bahasa Indonesia UMM, Sugiarti menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dimana kali ini sudah yang ketiga kalinya dengan tema acara yang berbeda-beda.

“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini salah satunya adalah untuk memperingati hari puisi nasional pada tanggal 28 April, dimana sejak pagi tadi kita sudah menggelar lomba cipta puisi yang diikuti oleh para siswa SMA/SMK seJawa Timur dan malam harinya akan digelar musikalisasi puisi dan penampilan bintang tamu AriReda,” jelas Sugiarti di sela-sela acara.

Mahasiswa menikmati pameran foto

Sugiarti berharap puisi dapat berfungsi sebagai penyampai pesan, kreasi dan mengasah serta mengaktualisasikan diri masyarakat saat ini khususnya para mahasiswa.

”Musikalisasi ini adalah kolaborasi antara musik dan puisi dimana musikalisasi puisi ini yang lagi trend di kalangan anak muda,” pungkas Sugiarti.

Pengunjung FPP Fest. memanfaatkan motor modifikasi sebagai tempat berfoto

Ditemui di lokasi yang sama, Dekan FPP UMM David Hermawan menjelaskan bahwa saat ini di kalangan akademisi ataupun pelaku pertanian ini sedang sedih karena di Indonesia yang notabene negara agraris yang subur makmur ternyata komoditas pangannya semuanya impor.

“Kesedihan ini ditangkap sebagai peluang bagi fakultas pertanian dan pangan, dimana bulan Agustus 2018 mendatangada konferensi pangan seperti Asia, kita akan memproklamirkan penguasaan teknologi dan pengetahuan dimana di UMM lagi dikembangkan tanam pangan di lahan sempit,” ungkap David Hermawan.

Dalam gelaran FPP Fest kali ini selain panggung hiburan juga ada 54 stand produk olahan makanan yang merupakan karya dari para mahasiswa FPP UMM.

“Menurut FAO, setiap bangsa yang jumlah penduduknya di atas 100 juta apabila pangannya masih impor maka bangsa itu tidak akan makmur. Oleh karena itu mari kita optimalkan komoditas pangan kita agar bangsa kita maju dan kuat,” pungkas David.

Dekan FPP UMM dan Kajur Bahasa Indonesia berfoto bersama siswa SMA pemenag Lomba Cipta Puisi

Dalam pagelaran FPP Fest. kali ini peserta dari SMA Sabilillah berhasil menjadi juara pertama untuk Lomba Cipta Puisi dengan judul Pemuda Pemudi, disusul peserta dari MAN 1 Malang menjadi juara kedua dengan puisi berjudul Cintaku Negeri Indonesia, dan peserta dari SMAN 1 Kepanjen dengan puisi berjudul Tunjukkan Kepada Seluruh Semesta menjad juara ketiga. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan