OJK dan Pemkab Malang Perkuat Literasi Keuangan Sejak Dini Melalui Program KEJAR dan RABU
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- visibility 193
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang bersama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Malang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, dan industri perbankan terus memperkuat literasi serta inklusi keuangan sejak usia dini.
Hal ini diwujudkan melalui penguatan budaya menabung sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas secara finansial melalui penyelenggaraan Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Rajin Menabung (RABU) di satuan pendidikan se-Kabupaten Malang. Acara yang mengusung tema Pelajar Makmur, Cerdas Finansial ini berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang pagi tadi,Selasa (30/6/3036).
Kegiatan kali ini dihadiri langsung oleh Bupati Malang M. Sanusi, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Siti Nurfalinda, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Prasetyani Arum Anggorowati. Selain itu juga diikuti lebih dari 500 kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan siswa dari 33 kecamatan secara luring, serta sekitar 1.100 peserta yang bergabung secara daring.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan menyampaikan apresiasi atas komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung implementasi Program KEJAR. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, satuan pendidikan, dan industri jasa keuangan menjadi kunci utama dalam membangun budaya menabung sejak dini.

“Melalui Program KEJAR, OJK mendorong semakin banyak pelajar memiliki akses terhadap layanan keuangan formal sekaligus membangun perilaku pengelolaan keuangan yang bijak. Budaya menabung yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab di masa depan,” ujar Farid Faletehan.
Perlu diketahui, hingga 31 Mei 2026 diketahui program KEJAR di wilayah Kabupaten Malang telah mencatat capaian positif dengan pembukaan lebih dari 568.527 rekening pelajar, dengan total saldo mencapai sekitar Rp187,67 miliar. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan pada partisipasi pelajar dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.
Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Siti Nurfalinda menambahkan bahwa Program KEJAR dan RABU ini sejalan dengan berbagai program edukasi keuangan Bank Indonesia, salah satunya melalui Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Terkait program KEJAR dan RABU tersebut, Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, MM., berharap kolaborasi erat yang terjalin ini dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang lebih mandiri dan sejahtera di masa depan.
“Kebiasaan menabung sejak dini tidak hanya membentuk kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga menumbuhkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan perencanaan yang baik,” jelas M. Sanusi.
Dalam momentum tersebut, dilakukan pula penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program KEJAR dan RABU di Satuan Pendidikan Kabupaten Malang. Penandatanganan ini merupakan pembaruan komitmen yang telah dibangun sejak tahun 2021 sekaligus bentuk penguatan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas implementasi program secara berkelanjutan.
Agenda ini juga diisi dengan penyerahan secara simbolis lebih dari 5.000 rekening Simpanan Pelajar oleh sejumlah perbankan seperti BRI, Bank Mandiri, BSI, BNI, Bank Jatim, dan BPR Artha Kanjuruhan kepada siswa SD, SMP, dan MTs di Kabupaten Malang. Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pelaku Usaha Jasa Keuangan memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang aktif mendukung program ini.

Guna mendekatkan layanan kepada masyarakat, OJK bersama PUJK juga menghadirkan gerai layanan informasi mengenai Sistem Layanan Informasi Keuangan, konsultasi produk jasa keuangan, akses pembiayaan, hingga pembukaan rekening.
Kepala OJK Malang juga memberikan edukasi penting mengenai cara mengantisipasi penipuan berkedok investasi atau perbankan yang memanfaatkan perkembangan teknologi. Termasuk cara pelaporan jika sudah terlanjur menjadi korban penipuan agar dana yang terlanjur diambil penipu sebisa mungkin diamankan. (Red)
- Penulis: Agus Yuwono



