Pelantikan IPHI Kota Malang, Siap Selaraskan 5 Program Pokok Utama
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Prosesi pelantikan Pengurus Baru Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota malang periode 2026-2031 di Gedung DPRD Kota Malang pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Malang periode 2026-2031 resmi dilantik pada pagi hari tadi, Kamis (24/9/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Aula Paripurna DPRD Kota Malang ini menandai bangkitnya kembali organisasi tersebut setelah sempat vakum sejak 2014.
Kepengurusan baru yang melanjutkan estafet kepemimpinan dari KH. Dahlan Thamrin ini terbilang unik di Jawa Timur. Dari total 77 orang pengurus, susunannya diperkuat oleh lintas profesi, mulai dari akademisi, pengusaha, politisi, hingga tokoh agama. Tercatat ada sekitar 27 profesor dan 30 doktor dari berbagai perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran kepengurusan.
Pelantikan tersebut dihadiri oleh perwakilan DPRD Kota Malang, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, ormas keagamaan, Kepala Kemenhaj Kota Malang, pengurus KBIHU se-Kota Malang, serta jajaran pejabat Pemkot Malang. Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran IPHI sebagai pilar pemberdayaan alumni haji sekaligus wadah silaturahmi di Kota Malang.
Ketua Umum IPHI Pusat, Erman Suparno, bersyukur atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Ia menegaskan pelantikan tersebut menjadi awal legalitas organisasi untuk segera bergerak dan menyelaraskan agenda kerja daerah dengan pusat.
“Ya artinya bahwa saya selaku Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Pusat itu bersyukur alhamdulillah mengantar kepengurusan Dan hari ini telah dilantik artinya ini adalah sesuatu hal yang sudah final, resmi, dan telah dilantik,” kata Suparno.
Suparno menjelaskan, IPHI Pusat memiliki lima program pokok yang harus diterjemahkan hingga tingkat daerah dan kecamatan. Program tersebut meliputi ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, pengawasan kualitas penegakan hukum, serta realisasi kesejahteraan sosial.
“Melalui program-program ini diselaraskan dari program pusat IPHI Pusat, daerah, sampai tingkat PC, kecamatan, dan dengan pemerintah-pemerintah daerah. Karena unggulan daerah itu bagian daripada yang harus diperhatikan,” tambahnya.

Menanggapi arahan pusat, Ketua IPHI Kota Malang dilantik, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si., menyatakan langkah terdekat yang akan diambil adalah melakukan konsolidasi internal. Langkah ini krusial mengingat banyaknya jajaran pengurus yang baru bergabung dan belum saling mengenal.
“Pertama, dalam waktu dekat mesti konsolidasi internal kepengurusan, menyatukan langkah dan memahami visi pusat. Yang kedua adalah menunjukkan sosialisasi jati diri IPHI. Lalu ketiga, implementasi kegiatan dengan menerjemahkan lima program tadi,” jelas Mudjia.
Mudjia menekankan bahwa IPHI merupakan organisasi sosial keagamaan non-politik yang berfokus menjaga kemabruran haji sepanjang hayat. Mengenai lima program besar dari pusat, ia akan merumuskannya lebih rinci bersama pengurus dalam rapat kerja (raker) mendatang.
“Jadi, kami juga baru tahu hari ini kalau ternyata pusat itu punya lima program besar itu. Nanti akan kita lihat melalui rapat kerja dalam waktu tidak terlalu lama,” ujarnya.
Untuk menjamin efektivitas roda organisasi di tengah kesibukan dinasnya di UIN, Mudjia menggandeng Drs. HM Tri Wediyanto, M.Si. sebagai Ketua Harian IPHI Kota Malang. Organisasi ini juga membidik perluasan jaringan hingga pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan.
Sementara itu, Ketua Harian IPHI Kota Malang, Drs. HM Tri Wediyanto, M.Si., menyebut pemetaan (mapping) anggota menjadi prioritas awal. Pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga bimbingan jemaah haji dan umroh untuk menginventarisir ribuan alumni haji di Kota Malang.
“Langkah pendeknya adalah mapping anggota, kita bentuk sektor. Itu yang sangat penting. Kita tidak usah muluk-muluk walaupun kita sudah punya program besar dari pusat. Tapi kita yang kecil ini kita kuatkan dulu,” tegas Tri Wediyanto.
Ia menambahkan, pengabdian di IPHI didasari oleh semangat ibadah dan prinsip kepengurusan 3M: Mau, Mampu, dan punya Waktu. Pemerintah Kota Malang sendiri menyambut baik pelantikan ini dan berharap IPHI dapat terus bersinergi dalam menciptakan suasana Kota Malang yang kondusif, religius, serta sejahtera. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



