Peringati Hari Tani Nasional, PFI Malang Pamerkan 120 Karya Foto di Gedung Kayutangan
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS., tengah menyaksikan karya foto dalam pemaran PFI Malang yang dimulai pagi hari tadi (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang menggelar pameran fotografi bertajuk “Tanah, Pangan, dan Harapan” di Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang. Pameran yang dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional pada Kamis, 24 September 2026, ini memamerkan sebanyak 120 karya fotografi dari 21 pengkarya.
Ketua PFI Malang, Darmono, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan karya yang terbagi ke dalam 24 cerita foto (photo story). Seluruh foto disaring ketat melalui proses kurasi oleh kurator Fuli Syafi dan Adelia Ismanto untuk menghadirkan narasi visual yang mendalam terkait dinamika pangan.
“Kenapa kita memilih tema ‘Tanah, Pangan, dan Harapan’, itu karena kita berasal dari tanah, makan dari tanah juga. Melalui pameran ini, kita diajak menjaga alam agar tanah ini tetap nyaman untuk tinggal anak cucu kita nanti,” ujar Darmono .
Darmono menambahkan, objek foto yang dipamerkan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Kota Malang, Kabupaten Malang, hingga beberapa daerah di Jawa Timur. Isu yang diangkat sangat beragam, meliputi potensi pangan hutan, pertanian padi, perikanan, produksi garam, hingga inovasi pengelolaan sampah makanan oleh pihak hotel.
Salah satu karya yang menonjol dalam pameran ini adalah dokumentasi visual perbaikan Pasar Induk Gadang. Foto tersebut menangkap titik balik perbaikan sarana pasar induk terbesar di Kota Malang tersebut setelah sempat tertahan tanpa pembenahan selama 35 tahun.
“Foto Pasar Gadang ini spesial karena berhubungan langsung dengan distribusi pangan. Pembenahan ini menjadi harapan baru agar distribusi pangan semakin lancar dan nyaman, baik bagi pedagang maupun pembeli,” tegas Darmono.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, SS., yang hadir langsung meninjau pameran. Ia mengaku tersentuh melihat sudut pandang para pewarta foto dalam menangkap realitas perjuangan para petani dan penyedia pangan yang sering terlupakan oleh masyarakat perkotaan.

“Saya apresiasi karena di sini kita bisa melihat banyak potret tentang Tanah, Pangan, dan Harapan. Ada foto-foto yang menunjukkan proses yang selama ini mungkin terlupa dari pemikiran kita sehari-hari, salah satunya potret pertanian padi di Kota Malang di mana lahannya tinggal sedikit, tetapi para petaninya tetap semangat sampai usia senja,” kata Amithya.
Senada dengan hal tersebut, Asisten II Pemerintah Kota Malang, Dyah Ayu, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, menegaskan relevansi tema pameran dengan isu strategis ketahanan pangan di wilayah perkotaan. Ia menyampaikan pesan Pemkot Malang agar masyarakat dapat lebih menghargai proses panjang di balik ketersediaan pangan.
“Tema pameran ini sangat relevan dengan isu strategis perkotaan. Pangan itu tidak semudah itu didapatkan, ada proses panjang menanam, memetik, hingga memancing sebelum sampai ke pasar. Pak Wali Kota sangat mengapresiasi dan bahkan mengagendakan lomba khusus bagi pewarta foto dengan lokus di Kota Malang,” ungkap Dyah Ayu.
Pameran fotografi yang berlangsung gratis untuk umum ini digelar selama empat hari hingga Sabtu, 26 September 2026. Selain pameran foto, rangkaian acara juga diisi dengan diskusi ketahanan pangan di hari pertama serta diskusi karya pada hari penutupan, guna mendorong kesadaran masyarakat agar lebih bijak dan tidak membuang-buang makanan. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



