~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Perkaya Literasi, Pemkot Malang Tambah Buku dan Akuisisi Naskah Kuno

Perkaya Literasi, Pemkot Malang Tambah Buku dan Akuisisi Naskah Kuno

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispussipda) Kota Malang terus memperkuat serta memperbarui koleksi literasi daerah, mulai dari penambahan buku bacaan harian hingga akuisisi naskah-naskah kuno bersejarah. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemenuhan kebutuhan literasi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya lokal di Kota Malang.

Kepala Dispussipda Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, M.H., menyampaikan bahwa perbaruan koleksi buku dilakukan secara berkala setiap tahun. Meskipun sempat terkendala efisiensi anggaran, penambahan koleksi buku dipastikan kembali berjalan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.

“Jadi memang koleksi itu kan harus diperbarui terus setiap tahun. Kebetulan tahun ini kemarin karena mungkin ada efisiensi, enggak ada, tapi PAK sudah nanti ada penambahan tapi masih menunggu PAK,” ujar

Pemerintah Kota Malang menyiapkan alokasi anggaran sebesar puluhan juta rupiah pada PAK untuk merealisasikan penambahan eksemplar buku tersebut. Jenis buku yang ditambah difokuskan pada usulan langsung dari masyarakat melalui penjaringan aspirasi pemustaka.

“Ada (anggaran PAK). Kurang lebih Rp75 juta. Ee itu beragam, biasanya beragam. Jadi kami bukan menentukan sendiri tapi dari usulan. Biasanya ada usulan pustaka, kan biasanya dikasih seperti kuesioner milik buku apa-apa, nanti itulah yang nanti akan kita tambah koleksi,” tutur Yayuk.

Sejumlah Buku dan Naskah Kuno koleksi Dispussipda Kota Malang

Sejumlah Buku dan Naskah Kuno koleksi Dispussipda Kota Malang

Hingga saat ini, Dispussipda Kota Malang telah mengelola ratusan ribu judul buku yang dapat diakses oleh publik. Selain koleksi umum, pengembangan koleksi naskah kuno juga mencatatkan perkembangan signifikan sejak dimulai pada tahun 2023.

“Kalau sampai dengan saat ini koleksi perpustakaan itu sudah 132.000 judul yang ada di perpustakaan. Kalau naskah kuno baru 39, itu sudah banyak kalau teman-teman kan, kami baru mulai dapat naskah kuno itu tahun 2023. Jadi 3 tahun kami sudah koleksi sebanyak itu,” kata Yayuk

Proses pengumpulan naskah kuno dilakukan melalui dua metode, yakni penyerahan fisik secara langsung oleh pemilik maupun proses alih media digital. Langkah alih media menjadi solusi bagi naskah kuno yang masih ingin disimpan oleh pemilik aslinya.

“Tapi memang ada yang sudah dititipkan ke kami, tetapi ada yang hanya alih media. Kan ada yang pemilik naskah kuno yang naskah kunonya enggak boleh diambil, jadi memang tetap di pemiliknya tetapi kami bisa untuk mendapatkan alih medianya,” jelas Yayuk.

Kepala Dispussipda Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, M.H., (Foto : Fatma AdaDiMalang)

Kepala Dispussipda Kota Malang, Ir. Yayuk Hermiati, M.H., (Foto : Fatma AdaDiMalang)

Untuk memudahkan akses publik terhadap koleksi sejarah dan digital tersebut, Dispussipda mengintegrasikan layanannya ke dalam aplikasi digital. Masyarakat dapat mengakses naskah kuno melalui aplikasi Jaranan serta koleksi e-book melalui aplikasi Malang Cilin Mbois

“Jadi dengan adanya aplikasi baru tadi itu memudahkan masyarakat untuk mengakses koleksi-koleksi kami. Jadi enggak harus datang ke perpustakaan.Kalau yang Jaranan khusus naskah kuno. Tapi kalau Malang Cilin Mbois, seluruh e-book, buku-buku digital kami ada di situ,” katanya.

Upaya pencarian dan akuisisi naskah kuno terus ditargetkan berlangsung konsisten setiap tahun dengan melibatkan tenaga ahli filologi. Dalam proses penelusuran, tim Dispussipda mendatangi warga yang melaporkan kepemilikan naskah kuno guna memverifikasi keasliannya sebelum diakuisisi sesuai anggaran yang tersedia.

“Terus tiap tahun, Mbak. Ada tiap tahun. Jadi kami setiap tahun itu ada perencanaan untuk itu. Kami biasanya didampingi filolog. Biasanya kan ada masyarakat yang menyampaikan, ‘Ini loh kami punya naskah kuno’, nah nanti kita datang dengan filolog. Tentunya menyesuaikan dengan anggaran lagi. Biasanya setahun biasanya dapat dua naskah,” ujar Yayuk.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., memberikan apresiasi atas tersimpannya puluhan koleksi naskah kuno berbahan media tradisional seperti daun lontar di gedung perpustakaan. Keberhasilan pelestarian ini didukung oleh inovasi program Jaringan Aman dan Humanis Akuisisi Naskah Kuno (Jaranan).

“Ini ada koleksi-koleksi yang sangat amat kuno sekali, ya. Ini dari daun lontar, ya. Ini ada bahasanya, kemudian juga dari caranya, ini adalah sikat dari Jaringan Aman dan Humanis Akuisisi Naskah Kuno. Ada 39 koleksi Kota Malang,” ungkap Wahyu.

Wahyu menegaskan pentingnya partisipasi warga yang telah mempercayakan benda bernilai sejarah tinggi tersebut kepada Pemkot Malang. Pemkot Malang berkomitmen menjaga fisik naskah kuno tersebut agar tidak rusak dengan dukungan teknologi, peralatan memadai, serta tenaga ahli di bidang perpustakaan dan kearsipan.

“Ini sumbangan dari warga yang sudah mempercayakan koleksinya ini ditaruh di gedung perpustakaan. Dan kita punya teknologinya, kita punya alatnya, kita punya caranya dan kita punya tenaga ahlinya untuk bisa menjaga bahwa terkait dengan yang kuno-kuno ini bisa kita lihat, kita pelihara, kita simpan dengan baik, agar tidak cepat rusak,” tegasnya. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less