~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » RW 2 Karangbesuki Belajar Membangun Kampung Klaseman Bersama Bambang Irianto

RW 2 Karangbesuki Belajar Membangun Kampung Klaseman Bersama Bambang Irianto

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Meski dikenal memiliki Sentra Industri Kerajinan Sanitair yang menjadi penggerak ekonomi warga sejak 1941, RW 2 Klaseman, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, masih terus berbenah. Warga kini ingin mengembangkan wilayahnya agar semakin maju melalui berbagai inovasi kampung.

Keinginan tersebut mendorong warga RW 2 Klaseman menggelar kegiatan ‘Ngobrol Bareng Mbangun Kampung Klaseman‘, warga RW 2 kelurahan Karangbesuki dengan menghadirkan Pembina Lingkungan tingkat Nasional asal kota Malang yakni Ir. H. Bambang Irianto untuk memberikan arahan terkait pola dan cara membangun kampung tematik.

Bambang Irianto dihadirkan karena pengalamannya menginisiasi pembangunan Glintung Go Green (3G), sebuah kampung yang menjadi contoh pengembangan potensi lingkungan dan pemberdayaan warga hingga mendapatkan pengakuan nasional dan internasional. Terlebih lagi, kota Malang juga dikenal sebagai kota pionir Kampung Tematik di Indonesia.

Keinginan bertransformasi tersebut kemudian ditangkap oleh Lurah Karangbesuki, Endy Sri Hartanto, S.H., yang menyampaikan dirinya melihat keinginan warga RW 2 tersebut sebagai sebuah peluang untuk menggerakkan warga membangun kampung dengan kondisi yang lebih baik lagi.

“Ternyata setelah kita berkoordinasi dengan Pak RW 2 dan Ketua-Ketua RT yang ada ternyata mereka menyampaikan keinginannya untuk belajar membangun kampung temati tersebut,” ungkap Endy saat memberikan sambutan malam hari tadi, Jumat (18/09/2026)

Pria yang juga menjadi jejaring kampung tematik Indonesia tersebut kemudian menghubungi Bambang Irianto agar memberikan arahan dan bimbingan untuk membangun kampung tematik di wilayah RW 2 Krangbesuki tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung santai tetapi tetap serius itu, Bambang Irianto berbagi pengalaman membangun Glintung Go Green (3G) hingga mendapat pengakuan internasional dan menjadi destinasi wisata edukasi favorit di kota Malang.

“Tentunya dalam membangun kampung tersebut kita harus memiliki power atau kekuasaan, dimana saat itu kekuatan sebagai Ketua RW menjadi satu-satunya modal awal yang saya miliki. Melalui pendekatan agama, keilmuan, budaya dan regulasi kita memulainya dengan merubah mindset (pola pikir) warga masyarakat agar mau membangun kampungya dengan sukarela dan bahagia,” ungkap peraih piala Kalpataru untuk kategori Pembina Lingkungan.

Dalam paparannya, Bambang Irianto menegaskan bahwa dalam pembangunan kampung tematik tersebut warga masyarakat harus dipahamkan bahwa harus dilakukan tanpa memprioritaskan adanya bantuan dana dari pihak lain ataupun harus dilakukan dengan mengeluarkan biaya sendiri untuk pembelian barag dan jasa dalam proses pembangunan kampungnya.

“Mulailah dari hal yang kecil dulu, tidak perlu membeli. Yang penting ada dan gunakan barang bekas yang sudah tidak terpakai. Hal itu justru menjadi nilai yang unik dan menjadi perhatian para pengunjung di kemudian hari. Seperti menanam di dalam sepatu yang jebol, kaleng cat hingga kloset yang sudah lama tidak terpakai,” ungkap Bambang mencontohkan.

Dalam Ngobrol Bareng Mbangun Kampung Klaseman tersebut, Bambang Irianto menyampaikan beberapa langkah dasar dalam membangun kampung seperti melakukan identifikasi kampung, hingga penentuan arah kampung hingga proses menuju tahapan kampung mencapai green ekonomi untuk menyejahterakan warga masyarakatnya.

Rasa syukur dan semangat disampaikan oleh Ketua RW 2 Karangbesuki, H. Abdul Kholiq usai mengikuti paparan materi dari bambang Irianto. Ia menegaskan dirinya telah mendapatkan insight baru tentang cara dan tahapan-tahapan dalam membangun wilayah RW 2 Karangbesuki untuk lebih maju lagi.

“Alhamdulillah dari ajaran Pak Bambang Irianto tadi, saya sudah memiliki gambaran untuk memajukan RW 2 ini dengan inovasi yang sudah disampaikan oleh pak Bambang Irianto tadi,” ungkap Kholiq.

Ingin kembangkan wilayahnya menjadi lebih baik, warga RW 2 Karangbesuki Sukun hadirkan Pembina Lingkungan tingkat Nasional Ir. H. Bambang Irianto bahas membangun kampung (Foto : Agus Yuwono)

Ingin kembangkan wilayahnya menjadi lebih baik, warga RW 2 Karangbesuki Sukun hadirkan Pembina Lingkungan tingkat Nasional Ir. H. Bambang Irianto bahas membangun kampung (Foto : Agus Yuwono)

Kholiq menyadari bahwa pembangunan kampung membutuhkan proses. Karena itu, ia berharap pengembangan RW 2 Klaseman dapat dimulai dari program yang mudah dijalankan sebelum berlanjut ke program yang lebih besar hingga nantinya mampu mencapai target yang diinginkannya.

“Ya kita akan melakukan berbagai tahapan sejak awal untuk memulai membangun kampung RW 2 Klaseman ini ke depannya menjadi seperti apa,” pungkas Kholiq yang menegaskan pihaknya siap menjadi wilayah binaan dari Bambang Irianto seperti beberapa wilayah lain yang ada di kota Malang ataupun di luar Jawa Timur hingga luar pulau Jawa.

Sebagai langkah awal, Bambang Irianto menawarkan warga RW 2 Klaseman untuk melakukan studi banding ke Kampung Semar Arjosari, yang juga merupakan kampung binaan Bambang Irianto. (A.Y)

  • Penulis: redaksi
expand_less