~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stok Beras Premium di Malang Mulai Pulih, Harga Masih Melambung di Atas HET

Stok Beras Premium di Malang Mulai Pulih, Harga Masih Melambung di Atas HET

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mencatat ketersediaan beras premium di pasaran mulai berangsur pulih meski harganya masih bertahan tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut dipicu oleh belum masuknya musim panen raya yang menyebabkan keterbatasan pasokan gabah di tingkat penggilingan.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, mengungkapkan bahwa pantauan di sejumlah pasar tradisional oleh Satgas Pangan Polresta Malang Kota menunjukkan keberadaan beras premium yang mulai terdistribusi. Kendati demikian, komoditas tersebut masih dijual dengan selisih harga mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 melebihi HET yang ditetapkan pemerintah.

Slamet menjelaskan, tingginya harga beras di pasaran saat ini merupakan dampak langsung dari siklus produksi pertanian yang belum memasuki masa panen raya. Kendala pasokan di tingkat hulu secara otomatis memengaruhi volume produksi para pelaku usaha penggilingan dan distributor beras.

“Nggih, karena memang saat ini belum musim panen. Nanti kalau sudah musim panen, gabah banyak, para pelaku usaha penggilingan padi mulai berproses, pelaku usaha beras juga mulai berproses, sehingga harga bisa terkendali,” ujar Slamet.

Guna meredam gejolak harga dan menjaga stabilitas pasokan, pemerintah melalui Perum Bulog mulai mengintervensi pasar dengan menyalurkan produk beras alternatif. Selain beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog kini mulai mendistribusikan beras jenis Befood ke sejumlah ritel modern dan pasar tradisional.

“Bulog mengeluarkan beras premium jenis Befood yang sudah mulai masuk di pasaran. Kalau SPHP, Bulog bekerja sama dengan Perumda Tunas sudah menyalurkan sekitar 950.000 ton selama periode Januari sampai September,” jelas Slamet.

Menanggapi kelangkaan dan tingginya harga beras medium di tingkat pedagang, Dispangtan menepis anggapan adanya kekosongan stok secara total. Distribusi beras medium SPHP dinilai masih berjalan efektif dan tersebar di berbagai titik penjual di wilayah Kota Malang.

Dispangtan Kota Malang mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi fluktuasi harga beras saat ini. Pihaknya bersama Satgas Pangan terus mengawasi rantai distribusi serta berkoordinasi intensif dengan Perum Bulog untuk memastikan kelancaran pasokan hingga musim panen mendatang. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less