Tak Sekadar Belajar Mengisi SPT, Dosen UM Kembangkan TaxFlow untuk Mengasah Kemampuan Analisis Mahasiswa
- account_circle redaksi
- calendar_month Senin, 2 Nov 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Mahasiswa akuntansi dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan aplikasi pelaporan pajak, tetapi juga memahami proses perhitungan dan mampu menganalisis persoalan perpajakan. Menjawab kebutuhan tersebut, tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Malang (FEB UM) mengembangkan e-modul praktikum perpajakan bernama TaxFlow.
E-modul tersebut menjadi salah satu luaran penelitian bertajuk IDEAL-TAX Edukit Learning Model: Integrasi Digital Authentic Learning untuk Penguatan Higher Order Thinking Skills pada Mata Kuliah Praktikum Perpajakan yang dikembangkan dengan pendanaan hibah internal UM tahun 2026 dalam skema Inovasi Pembelajaran yang dikelola Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM.
Penelitian yang diketuai Sheila Febriani Putri dari Program Studi Pendidikan Akuntansi bersama anggota tim Novi Trisnawati dan Ria Zulkha Ermayda ini berangkat dari temuan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mengoperasikan sistem pelaporan pajak digital belum sepenuhnya diikuti kemampuan menghitung dan bernalar secara analitis.
“Latar belakang penelitian ini adalah perubahan cara pelaporan pajak yang kini serba digital, dimana dari hasil analisis kebutuhan tim menunjukkan mahasiswa cukup mahir mengoperasikan sistem pelaporan pajak tetapi kemampuan menghitung dan bernalar secara analitis masih terbatas,” ungkap Sheila Febriani Putri.
Menurut Sheila, salah satu penyebab kondisi tersebut adalah pola penilaian praktikum yang selama ini lebih banyak menekankan prosedur pengisian formulir. Akibatnya, mahasiswa belum cukup mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan memahami persoalan dan menganalisis perhitungan perpajakan.
Melalui e-modul TaxFlow, tim peneliti berupaya mengubah pendekatan tersebut dengan menghadirkan latihan berbasis kasus yang mendekati praktik perpajakan di lapangan. Mahasiswa tidak hanya diminta mengisi dokumen, tetapi juga diarahkan memahami proses perhitungan dan penalaran di balik angka yang dihasilkan.
“E-modul TaxFlow ini dirancang untuk mengubah pola penilaian tersebut. Modul ini memandu mahasiswa mengerjakan kasus praktikum perpajakan yang sebelumnya memakai buku fisik dan perhitungan manual. Kasusnya mengikuti ketentuan terbaru, antara lain PPh Pasal 21 dengan tarif efektif rata-rata (TER) dan PPN dengan tarif 12 persen,” ujarnya.

Para mahasiswa, dosen dan praktisi perpajakan mencoba menggunakan e-modul TaxFlow hasil inovasi dosen FEB UM (Foto : Ist)
Untuk mendekatkan pengalaman belajar dengan praktik perpajakan, tampilan laporan dalam e-modul TaxFlow dirancang menyerupai dokumen yang digunakan dalam administrasi perpajakan, mulai dari SPT Masa, SPT Tahunan hingga billing seperti yang terdapat dalam sistem Coretax. Pengembangan prototipe TaxFlow juga melibatkan pengguna dan pihak yang memiliki pengalaman di bidang perpajakan. Pada tahap uji coba, modul tersebut digunakan oleh 30 mahasiswa.
Selanjutnya, tim melakukan evaluasi melalui wawancara terhadap 16 informan dari tiga kelompok, yakni mahasiswa, dosen pengampu mata kuliah perpajakan, serta praktisi pemilik kantor konsultan pajak. Evaluasi tersebut juga melibatkan dua validator ahli.
Berbagai masukan yang diperoleh digunakan untuk menyempurnakan isi kasus, bobot penilaian, tampilan, hingga bahasa yang digunakan dalam modul.
Salah satu mahasiswa Pendidikan Akuntansi UM yang mengikuti uji coba mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menantang karena kasus yang dikerjakan memiliki kemiripan dengan persoalan perpajakan di dunia kerja.“Dalam pengerjaan modul tersebut saya merasa tertantang karena mirip dengan kasus riil di lapangan,” kata mahasiswa peserta uji coba tersebut.
Sheila berharap kehadiran e-modul TaxFlow dapat membantu lulusan akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM memiliki kemampuan yang lebih komprehensif dalam bidang perpajakan. Dengan demikian, lulusan tidak hanya terampil mengoperasikan aplikasi pelaporan pajak, tetapi juga memahami asal-usul angka dalam perhitungan serta mampu melakukan penalaran untuk menentukan keputusan perpajakan yang tepat.
Ke depan, tim peneliti akan melanjutkan pengembangan dengan menerapkan e-modul TaxFlow dalam perkuliahan praktikum perpajakan. Tahap tersebut dilakukan untuk menguji pengaruh penggunaan modul terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) mahasiswa.
Selain itu, tim juga menyiapkan panduan penggunaan TaxFlow bagi dosen pengampu serta merencanakan publikasi hasil penelitian dalam jurnal ilmiah.
Melalui pengembangan ini, tim dosen UM berupaya menghadirkan pembelajaran perpajakan yang lebih dekat dengan kebutuhan praktik profesional, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan teknologi perpajakan, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. (Red)
- Penulis: redaksi



