Tangani Kebakaran TPA Supit Urang, Wali Kota Wahyu Kaji Opsi Hujan Buatan
- account_circle Fitri
- calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
- print Cetak

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., kaji opsi hujan buatan untuk memadamkan kebakaran TPA Supit Urang (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengkaji opsi penerapan hujan buatan. Langkah darurat ini diambil guna mempercepat penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang yang telah berlangsung selama tiga hari.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menjelaskan bahwa opsi hujan buatan dipilih untuk memadamkan bara api yang mengendap jauh di bawah timbunan sampah. Karakteristik kebakaran di area penumpukan sampah dinilai sangat berbeda dibanding kebakaran bangunan gedung biasa.
“Penanganan kebakaran di gunungan sampah ini berbeda dengan penanganan kebakaran di bangunan gedung. Upaya pembasahan dan hal lain, apabila tidak sampai dengan kedalaman tertentu, titik panas masih ada,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, angin kencang di sekitar lokasi kejadian menjadi pemicu utama yang mempercepat penyebaran kobaran api hingga meluas. Meskipun kobaran api di permukaan tampak mereda, titik panas di bagian dalam timbunan sampah sewaktu-waktu dapat kembali menyala apabila terhempas angin kencang.
Oleh karena itu, penyiraman air secara terus-menerus dan intensif sangat dibutuhkan agar air meresap hingga ke lapisan terdalam TPA. Hujan buatan diharapkan mampu membasahi seluruh tumpukan sampah secara merata sehingga bara api yang tersembunyi dapat padam total.
“Dengan hujan buatan ini secara terus-menerus diharapkan resapan airnya bisa sampai masuk ke dalam dan bisa membasahi dan akhirnya bara api yang ada di bawah tumpukan sampah ini bisa terkena air dan akhirnya tidak ada bara api lagi,” tuturnya.
Koordinasi mengenai teknis hujan buatan tersebut bakal disampaikan langsung kepada pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan BPBD Provinsi Jawa Timur. Pemkot Malang memanfaatkan momentum penanganan karhutla regional untuk menyinergikan bantuan modifikasi cuaca.
Sambil menunggu kepastian jadwal hujan buatan dari pusat, personel gabungan di lapangan terus berupaya menekan pergerakan titik api dengan metode penyemprotan bertekanan tinggi. Petugas memfokuskan penyiraman hingga kedalaman 4 sampai 5 meter yang disertai dengan pembongkaran muatan sampah.
“Kami tidak lengah, kami terus membongkar tumpukan sampah, kita siram dan juga terus kita membuat penyemprotan air sampai dengan kedalaman 4 sampai dengan 5 meter, agar mereka bisa mati bara apinya, tidak mengendap di dalam sampah,” tegas Wahyu.
Selain itu, Pemerintah daerah menargetkan pemadaman dapat rampung jauh lebih cepat dibanding kejadian tahun-tahun sebelumnya agar dampak polusi asap tidak mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Untuk mengantisipasi risiko ISPA, Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Malang telah membagikan masker secara gratis serta mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar rumah. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



