~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Malang Gelar Job Fair

Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Malang Gelar Job Fair

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menggelar job fair, Rabu (16/7/2026). Hal tersebut guna menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di wilayahnya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini memfasilitasi ribuan pencari kerja dengan menyediakan sebanyak 1.697 lowongan pekerjaan dari puluhan perusahaan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyatakan bahwa tantangan utama ketenagakerjaan saat ini bukan terletak pada ketersediaan perusahaan, melainkan pada jumlah lowongan kerja yang dibuka. Melalui kegiatan rutin ini, Pemkot Malang berupaya memfasilitasi warga agar dapat terserap ke dalam dunia kerja secara maksimal.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Fatma AdaDiMalang)

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Fatma AdaDiMalang)

“Kami memberi kesempatan pada warga Kota Malang untuk mendapatkan pekerjaan berdasarkan lowongan yang ada. Alhamdulillah, kita ada 1.697 lowongan pekerjaan yang saat ini diperebutkan oleh sekitar 3.480 pendaftar,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, angka pengangguran atau TPT di Kota Malang saat ini mencatatkan tren penurunan, yakni dari 6,10 persen menjadi 5,97 persen. Selain dari sektor formal, penurunan angka pengangguran ini juga didukung oleh pesatnya pertumbuhan UMKM dan sektor ekonomi kreatif informal yang belum sepenuhnya terdata oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

“Banyak masyarakat yang bekerja di sektor informal, seperti content creator, yang sejalan dengan status Kota Malang sebagai Kota Kreatif dunia. Ada 17 subsektor ekonomi kreatif yang menyerap banyak tenaga kerja, dan ke depan pendataan sektor informal ini akan makin kita optimalkan,” kata Wahyu.

Guna menunjang kesiapan dan kompetensi para pencari kerja, Pemkot Malang juga bersinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Menurut Wahyu, BLK berperan aktif menyelenggarakan bimbingan dan pelatihan keterampilannya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti bidang teknologi informasi (IT).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Malang, Sugeng Prastowo, menjelaskan bahwa job fair dilaksanakan pada 16–17 bulan ini dengan pembagian dua sesi per hari. Skema tersebut diterapkan untuk mengantisipasi penumpukan pengunjung di area pameran.

“Meskipun di tengah penyesuaian anggaran efisiensi, kami berhasil menggandeng 50 perusahaan dari wilayah Kota Malang hingga Jawa Timur. Target utama kami bukan sekadar jumlah pengunjung, melainkan optimalisasi pemenuhan 1.697 lowongan kerja hasil job canvassing sejak Agustus lalu,” tutur Sugeng.

Sugeng mengungkapkan, tantangan utama dalam penyerapan tenaga kerja kerap kali dipicu oleh faktor preferensi pencari kerja yang menginginkan posisi mapan atau yang linier dengan latar belakang pendidikan. Kendati demikian, pihak Disnaker optimis jumlah pendaftar yang mulanya tercatat 3.480 orang akan terus melonjak hingga menembus 5.000 atau 6.000 pendaftar hingga penutupan.

“Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, tingkat penyerapan tenaga kerja dari agenda job fair ini terbilang cukup tinggi. Penyerapan tenaga kerja kita rata-rata mampu mencapai angka 80 hingga 90 persen dari lowongan yang tersedia,” pungkas Sugeng. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less