Tekan Ketergantungan Pasokan Air Luar Daerah, Pemkot Malang Optimalkan Sumber Air Merjosari
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 17 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama Perumda Air Minum Tugu Tirta mengoptimalkan pemanfaatan potensi Sumber Air Merjosari dan Sumbersari untuk memperkuat pelayanan air bersih di wilayah setempat. Hal tersebut diperkuat dengan adanya alokasi bantuan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) senilai Rp87 miliar yang direalisasikan untuk pengembangan jaringan pipalisasi dan rehabilitasi infrastruktur pendukung di tiga titik.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menyatakan bahwa keberadaan sumber air mandiri di dalam kota ini menjadi modal penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan air bersih dari daerah tetangga, seperti Kabupaten Malang dan Kota Batu. Berdasarkan estimasi awal, potensi debit satu titik sumber di kawasan Merjosari mampu melayani kebutuhan air.
“Selama ini kita banyak tergantung pada sumber air di luar wilayah kota. Alhamdulillah, dari beberapa titik sumber air yang kita temukan di sini, satu sumber saja diperkirakan bisa melayani sekitar 8.200 pelanggan jika dioptimalkan dan dikoneksikan ke jaringan PDAM,” ujar Wahyu Hidayat usai kegiatan peringatan World Clean Up Day (WCD) Indonesia Tahun 2026, Jum’at (9/10/2026).

Selain percepatan pipalisasi, Pemkot Malang juga memprioritaskan upaya konservasi lingkungan di sekitar area guna menjaga kualitas serta debit air. Pemkot Malang berencana melakukan pendekatan kepada warga pemilik lahan sekitar untuk menjadikan kawasan radius sumber air sebagai zona konservasi sekaligus potensi wisata air berbasis kemasyarakatan.
“Penanaman pohon ini penting agar kualitas dan debit sumber air tetap terjaga. Terkait aset broncaptering yang ada, Kementerian PU juga sudah memberikan lampu hijau untuk merehabilitasi dan membangun jaringan koneksi ke pipa distribusi PDAM,” tambah Wahyu.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menjelaskan bahwa potensi debit air di kawasan Merjosari dan Sumbersari mencapai sekitar 120 Liter per Second (LPS). Seluruh potensi debit tersebut direncanakan untuk dieksplorasi secara maksimal demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Malang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo secara simbolis melakukan penanaman pohon pagi tadi
“Sumber mata air di sini luar biasa, kapasitasnya sekitar 120 LPS dan akan kita manfaatkan seluruhnya untuk masyarakat Kota Malang. Ini merupakan hasil kolaborasi dengan DLH dan Pemkot Malang lewat Dinas PU untuk merawat sumber air,” tegasnya.
Priyo mengungkapkan bahwa keterbatasan APBD Kota Malang disiasati dengan pengajuan bantuan pendanaan ke pemerintah pusat. Total bantuan anggaran sebesar Rp87 miliar dari Kementerian PU tersebut diperuntukkan bagi tiga titik pengerjaan utama di Kota Malang, termasuk program pipalisasi bagi warga Kelurahan Cemorokandang yang selama ini belum terjangkau akses jaringan PDAM.
“InsyaAllah pada bulan November ini sudah masuk proses lelang dini di pusat. Total anggaran yang berhasil kita dapatkan dari KemenPU sebesar Rp87 miliar untuk tiga titik, termasuk pipalisasi di Cemorokandang dan optimalisasi jaringan di Merjosari serta Sumbersareh,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



