Trendversity 2026 UM Malang Tampilkan 76 Desain Karya Mahasiswa, Hadirkan Koleksi dari Malaysia
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
- print Cetak

Ribuan penonton memadati gedung Graha Cakrawala UM untuk menyaksikan International Fashion Exhibition Trendversity: Envision 2026 (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebanyak 76 desain signature karya desainer muda dari mahasiswa Program Studi S1 Tata Busana Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (UM) ditampilkan dalam International Fashion Exhibition Trendversity 2026 di Graha Cakrawala, Sabtu (10/10/2026) malam.
Mengusung tema Envision: Essence of Nusantara Visionary Innovation, puncak kegiatan tahunan tersebut juga menghadirkan 152 koleksi Ready to Wear untuk exhibition serta sembilan koleksi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.
Ketua Pelaksana Envision Trendversity 2026, Bulan Bunga Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian program yang telah dipersiapkan sejak November 2025 dan mulai dilaksanakan pada akhir Juni 2026. Rangkaian kegiatan itu meliputi kegiatan edukasi dan kompetisi yang diselenggarakan di berbagai lokasi serta waktu sebelum mencapai puncaknya melalui International Fashion Exhibition.
“Jadi ada kegiatan edukasi, kemudian kompetisi yang kita laksanakan di berbagai lokasi dan beberapa waktu. Kita persiapkan sejak bulan November 2025 dan mulai kita jalankan sejak akhir bulan Juni 2026, puncaknya adalah malam hari ini,” ungkap Bulan.
Bulan juga menyampaikan bahwa animo peserta terhadap berbagai kegiatan Trendversity 2026 cukup tinggi. Pada puncak acara malam hari ini, sebanyak 28 model profesional tampil membawakan 76 desain signature karya mahasiswa S1 Tata Busana UM. Selain menampilkan karya mahasiswa UM, kehadiran koleksi dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia turut memperkaya pameran fashion tersebut.

Dalam sesi konferensi pers sebelum acara puncak, Ketua Program Studi S1 Tata Busana UM, Dra. Hapsari Kusumawardani, M.Pd., menyampaikan bahwa Trendversity menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan karya fashion.
Menurut Hapsari, mahasiswa Tata Busana UM memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan mahasiswa kampus lain. Namun, kesempatan untuk tampil dan memperlihatkan karya kepada publik menjadi salah satu hal penting untuk membangun rasa percaya diri tersebut.
“Sebenarnya kemampuan kita tidak kalah, mungkin masih kurang rasa percaya dirinya. Tetapi dengan adanya Trendversity ini mampu mendongkrak rasa percaya diri mahasiswa kita,” ujar Hapsari.
Melalui kegiatan tahunan tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memamerkan hasil karya, tetapi juga menunjukkan kemampuan desain dan teknik menjahit yang mereka pelajari selama menempuh pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Malang terhadap penyelenggaraan Trendversity 2026. Suwarjana hadir untuk membacakan sambutan Wali Kota Malang yang berhalangan hadir dalam kegiatan International Fashion Exhibition tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Malang menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Trendversity sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap kreativitas mahasiswa dan pengembangan potensi Kota Malang sebagai kota kreatif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang,Suwarjana saat membacakan sambutan Wali Kota Malang yang berhalangan hadir (Foto : Agus Yuwono)
Suwarjana menilai, kegiatan seperti Trendversity penting untuk memberikan ruang bagi mahasiswa dalam menunjukkan hasil pembelajaran mereka kepada masyarakat luas.
“Jika mahasiswa belajar terus tetapi tidak ada pertunjukan akhir untuk karya yang dihasilkan maka tentunya kurang bagus. Kami mendukung Prodi Tata Busana UM ini mengadakan kegiatan seperti ini. Malah kalau bisa setahun dua kali untuk menunjukkan kepada dunia luar sana bahwa kita produk sebagus ini,” ungkap Suwarjana.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam menampilkan karya sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai kota kreatif.
Pemerintah Kota Malang, lanjut Suwarjana, juga siap mendukung dan memfasilitasi apabila UM ingin menyelenggarakan kegiatan serupa melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Dan kita siap mendukung dan memfasilitasi jika UM akan melaksanakan kegiatan seperti ini bersama Pemkot Malang,” pungkas Suwarjana.
Ditemui di sela-sela kegiatan, Hapsari Kusumawardani kembali menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas karya mahasiswa yang ditampilkan dalam Trendversity 2026. Ia menilai desain dan teknik menjahit yang ditampilkan sudah baik dan sesuai dengan kualitas koleksi yang diharapkan, meskipun waktu persiapan yang tersedia untuk koleksi tersebut relatif terbatas.
“Saya lihat dari desainnya hingga teknik menjahitnya itu udah bagus dan sesuai mengingat memang kita dorong terkait kualitas koleksi yang akan ditampilkan mengingat waktu yang tersedia hanya 2 bulan saja. Dan ternyata anak-anak mahasiswa bisa memanage kegiatan ini dengan baik,” ungkap Hapsari.
Terkait usulan agar Trendversity dapat diselenggarakan dua kali dalam setahun, Hapsari menyatakan kesiapannya untuk mempertimbangkan hal tersebut. Meski demikian, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan pengaturan waktu dan teknis kegiatan, mengingat pihak kampus juga memiliki program serta jadwal akademik yang harus diperhatikan.
Trendversity tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan karya fashion mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembuktian kreativitas, peningkatan kepercayaan diri, serta peluang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan potensi kreatif Kota Malang. (A.Y)
Kota Malang, Malang Raya, Malang, AdaDiMalang, adadimalang, Agus Yuwono, Sam Suga, Soeryo Oetomo, Berita Agus, Ingat Agus, Bulan Bunga Rahayu, Hapsari Kusumawardani, Suwarjana, Universitas Negeri Malang, Trendversity 2026, Tata Busana UM, International Fashion Exhibition, Graha Cakrawala Malang, Universiti Pendidikan Sultan Idris, Kota Kreatif Malang, Berita Malang,Berita Pendidikan,Fashion,
- Penulis: Agus Yuwono



