Tuai Pro-Kontra DPRD, Pemkot Malang Kaji Efektivitas Anggaran Retreat Kepala Sekolah
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
- print Cetak

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., saat memberikan keterangan kepada wartawan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menggelar kegiatan retreat bagi seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kota Malang. Langkah ini diambil sebagai momentum evaluasi dan introspeksi menyeluruh menyusul maraknya kasus kekerasan terhadap siswa yang terjadi di lingkungan sekolah beberapa waktu terakhir.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengonfirmasi bahwa susunan rencana kegiatan tersebut telah selesai dibuat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Pemerintah daerah kini tinggal menyesuaikan jadwal pelaksanaan agar tidak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Sudah kami susun, nanti kami tinggal tentukan waktunya. Kami ingin mengevaluasi, introspeksi kejadian-kejadian kemarin agar itu menjadi pembelajaran dan tentunya nanti yang terbaik ke depan,” ujar Wahyu
Meskipun demikian, rencana pelaksanaan retreat ini memicu pro dan kontra, termasuk dari sejumlah fraksi di DPRD Kota Malang. Pihak legislatif mempertanyakan ketepatan waktu pelaksanaan serta mengkritik besaran alokasi anggaran yang dinilai kurang relevan dengan kondisi saat ini.
Menanggapi sorotan legislatif, Wahyu menjelaskan bahwa penganggaran agenda ini murni berasal dari usulan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah disahkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). Pengajuan tersebut dirancang langsung pascameledaknya kasus insiden kekerasan di lingkungan sekolah, salah satunya yang melibatkan SMP Negeri 18 Malang.
“Kalau dari maksud dan tujuannya kan baik, ya. Karena untuk memberikan pemahaman agar tidak terjadi kejadian-kejadian seperti di SMP 18,” tutur Wahyu menanggapi penolakan sejumlah anggota dewan.
Secara umum, agenda retreat ini difokuskan pada penguatan peran serta kapasitas kepala sekolah dalam mendeteksi dan menangani berbagai problematika siswa. Kepala sekolah dinilai memegang peranan krusial dalam mewujudkan iklim pendidikan yang aman, inklusif, serta ramah anak.
Melalui pembekalan intensif tersebut, Pemkot Malang berharap para kepala sekolah dapat meningkatkan pemahaman kepemimpinan dan manajemen konflik di lembaga masing-masing.
“Jadi kami evaluasi, introspeksi, dan lebih ada penekanan kembali. Bagaimana menangani siswa dan lain-lain, agar mereka nanti menjadi kepala sekolah yang baik dan bisa melayani masyarakat. Insya Allah tahun ini,” sebut Wahyu.
Selain itu, terkait besaran anggaran, Wahyu menilai nilai yang dialokasikan dalam APBD Perubahan tersebut sejatinya tidak terlalu besar dan masih rasional untuk dijalankan. Meski begitu, pihak eksekutif tetap terbuka untuk melakukan kajian ulang bersama dinas teknis terkait efektivitas dampaknya di lapangan.
“Kalau tidak kita laksanakan pun tidak bisa kita geser lagi karena sudah berlangsung di PAK. Tapi nanti kita akan minta ke Pak Kepala Dinas kira-kira seberapa efektif apabila dilaksanakan retreat. Kalau memang dianggap tidak efektif, ya bisa nanti digeser, tapi akan menjadi Silpa karena sudah teranggarkan,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



