~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Virus Influenza A Melonjak, UB Perketat Protokol Kesehatan di Lingkungan Kampus

Virus Influenza A Melonjak, UB Perketat Protokol Kesehatan di Lingkungan Kampus

  • account_circle Fitri
  • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., mengimbau seluruh civitas akademika UB untuk memperketat kewaspadaan dan disiplin menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan kampus. Langkah pencegahan ini diambil merespons tren penularan virus Influenza A di Indonesia yang dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi dinamika kesehatan publik nasional tersebut mendorong perguruan tinggi untuk mengambil langkah antisipatif guna mencegah risiko infeksi saluran pernapasan akut. Pengawasan dan edukasi kesehatan dinilai penting agar aktivitas akademik tetap berjalan aman dan kondusif.

Prof. Widodo menginstruksikan seluruh warga kampus agar konsisten menjaga daya tahan tubuh serta menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit secara mandiri. Penggunaan masker menjadi salah satu poin penekanan utama bagi mahasiswa maupun staf pengajar.

Pihaknya juga menekankan pentingnya kesadaran individu, terutama bagi warga kampus yang mulai merasakan gejala tidak sehat. Penggunaan masker di ruang publik kampus dan area kerumunan menjadi proteksi dasar untuk mencegah penularan lebih luas.

“Ya, intinya kita tetap mengingatkan kepada seluruh civitas akademika kita untuk menjaga kesehatan dan menjaga pola hidup sehat. Di antaranya, bagi yang merasa sakit, menggunakan masker. Kira-kira begitu, itu saja yang kita lakukan,” ujar Prof. Widodo.

Sebagai tindakan konkrit, pihak rektorat telah menyosialisasikan instruksi teknis ini kepada jajaran pimpinan fakultas di lingkungan Universitas Brawijaya. Dekan di setiap fakultas diminta aktif memantau kondisi di area masing-masing, terutama saat perkuliahan tatap muka berlangsung.

Dan kemarin sudah saya infokan ke dekan-dekan untuk melakukan hal-hal tersebut. Terutama Bapak/Ibu ketika mengajar, atau mahasiswa kita yang batuk, yang flu, ya memakai masker,” tambahnya.

Meskipun kewaspadaan ditingkatkan, pihak pimpinan UB memastikan hingga saat ini belum ada laporan lonjakan kasus maupun penurunan tingkat kehadiran mahasiswa akibat sakit di lingkungan kampus. Aktivitas perkuliahan dan operasional kampus dilaporkan masih berjalan normal tanpa kendala signifikan.

“Belum ada. InsyaAllah kalau mahasiswa masih oke, masih full. Tidak ada gejala kalau di universitas. Kira-kira begitu,” pungkas Prof. Widodo. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less