Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Lonjakan trafik komunikasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026 menjadi tantangan serius bagi penyedia layanan seluler. Terlebih karena tingginya potensi gangguan cuaca dan ancaman kejahatan digital, membuat Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat infrastruktur jaringan mereka di wilayah Jawa Timur melalui skema pengamanan berlapis.

Manajemen Indosat memaparkan kesiapan mereka menghadapi puncak kepadatan komunikasi dalam agenda Media Update Ramadan 2026 di Hotel Alana Malang sore hari tadi, Rabu (25/02/2026) dimana fokus utama kali ini bukan sekadar kekuatan sinyal, melainkan ketahanan jaringan di tengah cuaca ekstrem dan perlindungan pelanggan dari serangan siber.

Menjelang lebaran 2026 ini Indosat menyiagakan posko komunikasi 24 jam di berbagai titik strategis, termasuk di Kantor Indosat Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Malang untuk memastikan pelanggan tetap terhubung tanpa kendala meskipun beban trafik meningkat tajam.

Yose Navirianto selaku SPV Head of Technology Java Indosat menjelaskan bahwa pemilihan lokasi posko didasarkan pada wilayah dengan trafik tinggi serta daerah yang terdeteksi rawan bencana. Guna mengantisipasi gangguan fisik, Indosat mengerahkan tim khusus yang disebut Tim Rainy Season.

“Untuk memastikan jaringan andal nanti sampai memasuki hari raya, kami buka posko komunikasi. Ada 6 Posko di Jawa, salah satunya di Kota Malang kami buka. Ini akan jaga layanan 24 jam bagi pelanggan,” tegas Yose Navirianto.

Keberadaan Tim Rainy Season ini bertujuan memitigasi risiko akibat cuaca buruk seperti banjir atau pemadaman listrik yang sering mengganggu transmisi sinyal.

“Jika ada cuaca buruk kemudian rawan banjir, rawan gangguan komunikasi, atau pemadaman listrik dengan tim posko komunikasi ini, kami pastikan provider kami masih akan terjaga sinyalnya. Akan disiapkan segala perangkat termasuk menjaga genset. Tim akan pantau dan terus mobile,” tambah Yose.

Selain kendala teknis jaringan, ancaman penipuan digital melalui telepon dan pesan singkat juga diprediksi meningkat selama periode Lebaran. SPV Head of Region Java, Sigit Herprabowo, mengungkapkan bahwa Indosat kini mengandalkan fitur Satspam (Satuan Anti Spam dan Anti Scam) untuk melindungi pengguna.

Data internal di Indosat diketahui telah terjadi sekitar 63 ribu deteksi percobaan scam dan spam call yang mengarah ke pelanggan Indosat. Angka ini dikhawatirkan melonjak seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat saat Idulfitri.

“Untuk itu fitur kami Satspam kami kuatkan terus. Ini semua bisa dicegah dengan mengaktifkan saja fitur Satspam oleh pengguna Indosat di manapun dan kapan pun. Teknologi ini bisa membantu menekan angka angka penipuan digital yang masuk dalam bentuk spam call dan scam call,” jelas Sigit Herprabowo.

Secara geografis, Indosat Circle Java melakukan penguatan jaringan di lebih dari 25 jalur mudik dan 291 titik keramaian atau Point of Interest. Langkah ini krusial mengingat arus mobilitas masyarakat yang akan menyebar dari kota besar menuju daerah tujuan mudik.

Sementara itu, EVP Head of Circle Java, Fahd Yudhanegoro memaparkan bahwa lonjakan trafik tertinggi di wilayah Jawa Timur diprediksi terjadi di Pacitan, Trenggalek, Magetan, Ngawi, dan Madiun. Kenaikan trafik di wilayah tersebut diperkirakan menyentuh angka 17,4 persen pada masa puncak lebaran.

“Penguatan jaringan kami lakukan untuk memastikan pelanggan tetap lancar berkomunikasi selama Ramadan dan Idulfitri. Tetap terhubung tanpa gangguan, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik,” pungkas Fahd Yudhanegoro.

Optimasi jaringan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan data dan suara masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung, sehingga silaturahmi digital tetap berjalan stabil meski berada di wilayah pelosok. (A.Y)