Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dalam rangka membangun jiwa nasionalisme dan kebangsaan para mahasiswanya Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kuliah kebangsaan di aula GKB A20  siang hari tadi, Selasa (05/05/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan peserta baik luring ataupun daring ini, menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang akademisi hingga politikus di Jawa Timur.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kuliah kebangsaan tersebut merupakan salah satu implementasi tanggung jawab dari kampus UM untuk merawat komitmen kebangsaan keluarga besar UM.

“Kebangsaan bukan sekadar warisan teritorial atau biologis semata, melainkan warisan intelektual yang harus dirawat melalui ilmu pengetahuan. Untuk menjadi sebuah bangsa yang maju maka persatuan saja tidak cukup, karena selain toleransi sebagai fondasi persatuan juga diperlukan inkreat dan kreativitas untuk mampu bersaing secara global,” ungkap Prof. Hariyono.

Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., saat memberi sambutan di awal kegiatan Kuliah Kebangsaan
Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., saat memberi sambutan di awal kegiatan Kuliah Kebangsaan

Rektor UM lebih lanjut mencontohkan berbagai kampus dunia yang berkembang pesat dan memiliki peran strategis karena pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Oleh karena itu iptek itu harus dikembangkan, tapi itu bisa dikembangkan saat ada persatuan yang dirawat dengan nilai-nilai moral di dalamnya,” tukas Prof. Hariyono.

Dalam kegiatan kuliah kebangsaan kali ini, UM juga melaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) dengan pihak DPRD Provinsi Jawa Timur dengan harapan akan memberikan kesempatan magang bagi para mahasiswa UM di DPRD Jatim dan penerapan keilmuan di lapangan.

“Dengan begitu maka mahasiswa dan juga dosen dapat menerapkan keilmuan yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan di lapangan. Seperti beberapa waktu lalu ada partai politik yang bekerjasama dengan fakultas psikologi untuk rekrutmen anggota barunya,” ungkap Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kuliah Kebangsaan UM, Riskiyana Prihatiningsih menyampaikan salah satu tujuan pelaksanaan kuliah kebangsaan ini adalah memberikan wawasan kepemimpinan kepada mahasiswa sejak dini sehingga mampu memimpin diri sendiri hingga turut berkontribusi di masyarakat. (Red)