Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Dunia investasi yang kini berkembang pesat di era digital ibarat pedang bermata dua bagi anak muda. Di satu sisi menawarkan peluang finansial, namun di sisi lain menyimpan risiko investasi bodong yang kian marak. Fenomena inilah yang mendorong Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) WAPPIM dan KSPM STIE Malangkuçeçwara menggelar Seminar Terbuka Literasi Keuangan di Padepokan Seni Balekambang, Senin, 27 April 2026.
Kegiatan ini tidak main main dalam menghadirkan pakar. Kampus yang akrab disapa ABM Malang ini menghadirkan tiga pilar utama dalam ekosistem investasi Indonesia, yang disebut sebagai narasumber expert. Mereka adalah Muhammad Azwar Anas dari OJK Malang, Rahmat Fajar Basarda sebagai Deputi Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Fajar Imanuddin selaku Plt Branch Manager Phintraco Sekuritas Cabang Surabaya. Kombinasi ketiganya memberikan pemahaman yang menyeluruh dari sisi regulasi hingga teknis transaksi di lantai bursa.

Dalam sambutannya sebelum membuka acara, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, menyebut kehadiran ketiga narasumber tersebut sebagai momen emas bagi para mahasiswa.
“Jadi kalau saya bilang para narasumber ini adalah segitiga emas investasi karena ada OJK sebagai pengawas dan pembuat regulasi dalam investasi di Indonesia, lalu ada BEI sebagai penyedia pasarnya dan juga ada Phintraco Sekuritas sebagai perusahaan sekuritas yang membidangi tentang teknis jual dan beli saham di pasar modal,” jelas Kadarusman.
Menurut Kadarusman, pemahaman yang kuat tentang literasi keuangan sangat mendesak bagi mahasiswa saat ini. Pesatnya perkembangan teknologi informasi sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi dengan keuntungan tidak masuk akal.
Melalui seminar ini, mahasiswa diajarkan untuk lebih kritis dan mampu membedakan mana instrumen investasi yang legal dan mana yang berpotensi merugikan atau bodong. Harapannya, kapasitas keuangan mahasiswa meningkat sehingga mereka bisa menjadi investor cerdas di masa depan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Ratusan mahasiswa nampak memenuhi ruangan dan menyimak materi dengan seksama. Diskusi interaktif pun mewarnai pertemuan tersebut, menunjukkan besarnya rasa ingin tahu generasi muda Malang terhadap pasar modal.
“Dengan mengikuti seminar kali ini selain meningkatkan literasi keuangan para mahasiswa STIE Malangkuçeçwara, para mahasiswa juga dapat membedakan antara investasi yang benar dengan investasi bodong,” pungkas Kadarusman. (A.Y)
