Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Momen peringatan dies natalis ke-55 STIE Malangkuçeçwara tahun ini diwarnai pelaksanaan wisuda ke-79 yang berlangsung pada Sabtu pagi, 18 April 2026. Wisuda kali ini terasa berbeda karena mayoritas pesertanya merupakan lulusan yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu relatif singkat.
Sebanyak 86 wisudawan dari tiga program studi yakni S1 Akuntansi, S1 Manajemen, dan S2 Manajemen mengikuti prosesi yang dipimpin Ketua STIE Malangkuçeçwara, Drs. Bunyamin, MM., Ph.D.
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Drs. Kadarusman, Ak., MM., CA., menyebut wisuda semester gasal ini menjadi salah satu yang paling istimewa. Selain bertepatan dengan ulang tahun kampus, jumlah wisudawan yang lulus dalam 3,5 tahun tergolong terbatas.
“Jadi peserta wisuda kali ini memang sedikit karena yang mampu lulus 3,5 tahun itu juga hanya sedikit karena tingkat persaingannya ketat. Wisuda ini juga spesial sekali untuk STIE Malangkuçeçwara karena bertepatan dengan peringatan 55 tahun STIE Malangkuçeçwara,” ungkap Dr. Kadarusman.
Ia menjelaskan, para lulusan yang mampu menyelesaikan studi lebih cepat menunjukkan tingkat komitmen yang tinggi di tengah dinamika kehidupan mahasiswa saat ini.
“Sebagai anak di usia Gen-Z itu kan kadang masih terombang-ambing antara fokus ke kuliah dengan tugas yang begitu banyak dengan keinginan untuk nongkrong. Nah mereka yang bisa lulus cepat itu ya mereka yang punya kemauan cukup kuat untuk segera menyelesaikan pendidikannya,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua STIE Malangkuçeçwara Drs. Bunyamin, MM., Ph.D., menegaskan bahwa kampus telah membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik dan soft skill. Namun, ia mengingatkan bahwa lulusan tetap perlu terus mengembangkan diri untuk menghadapi persaingan dunia kerja.
Ia menilai, kebutuhan industri yang terus berkembang menuntut alumni untuk aktif menambah keterampilan baru yang relevan dengan bidang pekerjaan yang akan ditekuni.
Capaian salah satu lulusan terbaik turut menggambarkan proses tersebut. Wisudawan terbaik I, Arsyelia Gantari, mengaku harus meningkatkan intensitas belajar terutama pada semester akhir. Ia menjalani program magang di perusahaan swasta sambil menyelesaikan skripsi.
Arsyelia juga menilai program pembelajaran berbasis platform digital yang diterapkan kampus memberi kontribusi nyata terhadap percepatan studinya.
“Pokoknya di kampus STIE Malangkuçeçwara ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk dapat segera lulus melalui berbagai jalur ya,” pungkas perempuan dengan IPK 3,94 tersebut.
Berdasarkan hasil tracing study yang dilakukan kampus, sebanyak 34,7 persen lulusan pada wisuda kali ini telah bekerja di berbagai sektor. Angka ini menunjukkan sebagian lulusan telah lebih dahulu terserap di dunia kerja bahkan sebelum prosesi wisuda berlangsung. (A.Y)
