Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Merayakan momentum hari ulang tahun atau Dies Natalis ke-44, Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) menggelar agenda pengabdian masyarakat bertajuk Tilik Desa. Kegiatan yang berpusat di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini diawali dengan aksi gowes bersama sivitas akademika POLINEMA yang dimulai dari area dalam kampus menuju lokasi desa mitra pagi hari tadi, Minggu (07/06/2026).
Usai kegiatan Tilik Desa, Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menjelaskan bahwa program Tilik Desa sengaja dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai edukasi ekologis guna memberikan dampak positif yang nyata bagi ruang hidup masyarakat setempat.
“Setelah tiba gowes di desa Tulusbesar kegiatan kemudian kita lanjutkan dengan beberapa aktivitas yang sifatnya edukasi terkait dengan bagaimana kita memanfaatkan eco enzym sebagai pupuk tanaman dan pengurangan tingkat pencemaran di sungai,” ungkap Supriatna Adhisuwignjo.
Sebagai bentuk aksi nyata pelestarian alam, Direktur Polinema bersama Kepala Desa Tulusbesar melakukan penanaman pohon secara simbolis di area hijau. Langkah ini diikuti dengan penuangan cairan eco enzym secara massal ke aliran sungai yang melintasi kawasan desa guna memperbaiki kualitas ekosistem air dari ancaman polusi atau pencemaran air.

Tidak hanya melakukan intervensi lingkungan, lembaga pendidikan vokasi terkemuka di Indonesia ini juga membawa misi kemanusiaan dengan menyalurkan paket bantuan sembako secara langsung kepada warga berekonomi rentan yang membutuhkan di lokasi acara.
“Selain penanaman pohon, kita juga memberikan 160 bibit pohon Trembesi yang akan ditanam di wilayah desa Tulusbesar sebagai momentum peringatan hari lingkungan hidup, sekaligus memperkuat komitmen POLINEMA untuk bertransformasi menjadi Green Campus dan Sustainable Campus,” urai Supriatna Adhisuwignjo.
Selain itu pihak sivitas akademika POLINEMA juga memfasilitasi transfer pengetahuan melalui kelas edukasi intensif di Balai Desa Tulusbesar dengan materi pembuatan eco enzym, sehingga nantinya masyarakat desa dapat memproduksi sendiri.
“Nanti yang terakhir adalah kita mengadakan pelatihan pembuatan eco enzym bagi warga masyarakat yang akan kita selenggarakan di balai desa Tulusbesar. Edukasi ini kita harapkan juga dapat memperkuat model kemitraan,” tambah Supriatna Adhisuwignjo.
Merespons aspirasi dari Pemerintah Desa Tulusbesar yang menginginkan adanya perpanjangan masa kontrak kerja sama kemitraan, Supriatna menegaskan bahwa struktur kemitraan ke depan akan mengalami transformasi strategis. Jika sebelumnya program pengabdian lebih banyak didominasi oleh skema penelitian dosen, ke depan porsi keterlibatan mahasiswa akan ditingkatkan secara signifikan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
“Ini salah satunya adalah sebenarnya bentuk keberlanjutan, tapi sebenarnya juga menjadi bagian dari pembelajaran untuk menyiapkan para mahasiswa agar bisa punya kesempatan bagaimana sebenarnya kehidupan di masyarakat itu. Dan mereka bisa berkontribusi untuk memberikan solusi-solusi terhadap problematika permasalahan yang dihadapi masyarakat,” pungkas Supriatna Adhisuwignjo.

Langkah kolaboratif ini disambut dengan rasa syukur dan apresiasi tinggi oleh Pemerintah Desa Tulusbesar. Kepala Desa Tulusbesar, Sirat Yudin, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas konsistensi jajaran akademik Polinema yang terus mendampingi warganya selama empat tahun terakhir.
“Karena Desa Tulusbesar ini adalah Desa Mitra POLINEMA selama empat tahun yang banyak mengalami kemajuan karena banyak yang dibantu dari wisata seni dan budaya,” tutur Sirat Yudin.
Sirat Yudin mengakui bahwa kehadiran para pakar dari kampus POLINEMA telah berhasil mengoptimalkan berbagai potensi desa, meskipun masih ada beberapa sektor yang memerlukan sentuhan inovasi lanjutan. Pihak pemerintah desa berharap intervensi program di masa mendatang dapat lebih difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku UMKM lokal serta pelestarian seni budaya tradisional secara berkelanjutan. (A.Y)
