Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Roda organisasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang memasuki babak baru. Bertempat di ruangan konferensi pers Stadion Gajayana Kota Malang, KORMI kota Malang secara resmi menggelar kegiatan Musyawarah Kota tahun 2026 sejak pagi hari tadi, Sabtu (18/07/2026). Agenda tertinggi tingkat kota ini membahas sejumlah rapat pleno mulai dari tata tertib, laporan pertanggungjawaban pengurus lama, hingga Pemilihan Ketua KORMI periode 2026-2031.
Meskipun jalannya persidangan sempat diwarnai beberapa kali interupsi dan banyak pertanyaan dari para peserta dan diwarnai aksi walk out dari salah satu perwakilan Induk Organisasi Olahraga (Inorga) selaku peserta forum, pelaksanaan Muskot akhirnya tetap berjalan sesuai dengan rencana semula. Seluruh tahapan berhasil diselesaikan dengan aman dan berakhir dalam kondisi yang kondusif.
Mengawali kegiatan, Ketua KORMI Kota Malang, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko memaparkan dalam sambutannya bahwa perkembangan olahraga masyarakat di kota ini melaju sangat pesat sejak pertama kali berdiri. Indikator kesuksesan tersebut terlihat jelas dari jumlah Inorga yang bergabung di bawah naungan KORMI Kota Malang yang kini jumlahnya hampir menyamai total Inorga di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Panitia pelaksana Muskot ini baru terbentuk pada tanggal 25 Mei 2026 sehingga ada waktu sekitar 1,5 bulan lebih dan Alhamdulillah hari ini bisa kita laksanakan Muskot sehingga saya sampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kerja keras semua panitia. Puji syukur alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik, semoga dari awal hingga akhir bisa berjalan dengan lancar, dimana forum ini adalah forum tertinggi di tingkat kota Malang,” ungkap Sofyan Edi Jarwoko.
Mantan Wakil Wali Kota Malang ini menaruh harapan besar agar hasil pelaksanaan Muskot KORMI tahun 2026 dapat membawa performa organisasi jauh lebih baik ke depan.
“Kami mengaturkan beribu terima kasih kepada Wali Kota Malang dan Pemerintah Kota Malang khususnya Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan pariwisata yang selama ini telah memfasilitasi aktivitas KORMI di kota Malang ini,” pungkas Sofyan Edi Jarwoko.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua KORMI Provinsi Jawa Timur, Debi Sisilia Samoa menegaskan bahwa forum Muskot ini harus dijadikan momentum emas untuk penguatan tata kelola organisasi dengan cara belajar dari dinamika internal yang ada.
“Saya mengingatkan agar seluruh proses pemilihan dan penetapan program kerja dilakukan secara prosedural dan konstitusional sesuai dengan AD ART KORMI yang terbaru tahun 2026. Kepatuhan administrasi adalah kunci agar sinergi antara KORMI Jatim and KORMI kota Malang agar tetap harmonis dan legal,” papar Debi Sisilia Samoa.
Menurut Debi, Kota Malang memiliki potensi yang luar biasa dalam memajukan olahraga rekreasi. Ia berharap dinakhodai oleh kepengurusan yang inovatif, KORMI Kota Malang mampu menjadi pionir utama untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan gembira.
“Kami dari Kormi Provinsi sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KORMI Kota Malang sehingga mampu menggelar Muskot pada hari ini. Menurut pandangan kami, KORMI kota Malang ini adalah KORMI yang sangat patuh dan tertib secara administrasi, tata kelolanya juga baik,” pungkas Debi.
Dukungan serta apresiasi senada turut dilontarkan oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., yang datang langsung untuk membuka secara resmi jalannya Muskot KORMI Kota Malang tersebut.
“Hari ini saya membuka Muskot KORMI Kota Malang yang kebetulan juga dihadiri Ketua KORMI Provinsi Jawa Timur dimana dalam Muskot ini nanti akan ada evaluasi dan dilakukan pemilihan apakah pengurusnya tetap atau berganti,” ungkap Wali Kota Wahyu Hidayat.
Pria yang akrab disapa Pak Mbois ini menginginkan agar kepengurusan baru yang terbentuk nantinya bisa terus berjalan seiring sejalan serta membangun kemitraan yang kuat bersama Pemerintah Kota Malang.
“Kita akan tetap berkoordinasi karena kita memiliki satu target yang sama untuk menjadikan warga Kota Malang lebih tahes, bugar, bahagia dan memiliki prestasi yang bagus. KORMI kota Malang pernah berhasil meraih pelaksana terbaik pelaksanaan Festival Olahraga Daerah I di kota Malangdimana hal ini akan menjadi tantangan pengurus yang akan datang untuk tetap mempertahankan dan juga kalau bisa akan bisa lebih baik lagi dari yang sebelumnya,” pungkas Wali kota Wahyu Hidayat.
Mengenai dinamika yang terjadi, munculnya banyak pertanyaan dan interupsi hingga satu aksi walk out dari perwakilan Inorga dipicu oleh adanya perbedaan tafsir atas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) KORMI yang baru saja disahkan pada tahun 2026. Sejumlah peserta Muskot merasa belum memperoleh sosialisasi sehingga belum memahami sepenuhnya aturan baru yang dijadikan landasan utama pelaksanaan Muskot KORMI kali ini.
Bambang Andjar, perwakilan dari Inorga Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) mengonfirmasi tindakannya meninggalkan (Walk Out) dari lokasi Muskot karena menilai panitia pelaksana tidak melakukan sosialisasi aturan baru tersebut kepada anggota secara maksimal.
“Sebelum Muskot kan ada Pra Muskot, itu sudah saya usulkan agar ada sosialisasi AD ART agar para peserta mengetahui dan faham isi AD ART KORMI yang baru,” ungkap Bambang Andjar melalui sambungan telepon.
Purnawirawan Polisi di Kota Malang ini juga menyampaikan persoalan teknis dalam sistem pendaftaran Bakal Calon Ketua yang menurutnya kurang transparan dan berpotensi menyulitkan figur bakal calon tertentu yang didukung oleh kelompoknya.
Meskipun jalannya perdebatan berlangsung cukup ketat dan menyita waktu hingga menjelang waktu maghrib, Muskot KORMI Kota Malang pada akhirnya berhasil merumuskan keputusan final secara bulat. Hasil akhir forum menetapkan Sofyan Edi Jarwoko terpilih kembali untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum KORMI Kota Malang untuk masa bakti periode 2026-2031. (A.Y)
