Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebagai wujud implementasi nyata komitmen dalam mencetak generasi wirausaha muda, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA Malang melakukan kolaborasi strategis bersama dengan BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Malang. Sinergi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026 sebagai langkah konkret membangun ekosistem startup yang menghubungkan dunia akademik secara langsung dengan dunia usaha.
Kolaborasi ini menjadi bagian integral dari strategi pengembangan Institut ASIA untuk mendorong para mahasiswa agar tidak hanya menjadi lulusan yang siap kerja, tetapi juga mampu membangun perusahaan rintisan atau startup yang memiliki daya saing tinggi dan mampu menjawab kebutuhan pasar yang dinamis.
Rektor Institut ASIA Malang, Risa Santoso, B.A., M.Ed., mengungkapkan bahwa transformasi pendidikan tinggi saat ini menuntut kampus untuk mampu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas dunia industri. Menurutnya, mahasiswa wajib dibekali dengan pengalaman nyata agar mereka mampu mengembangkan gagasan inovatif menjadi bisnis yang berkelanjutan.
”Kampus harus menjadi tempat lahirnya solusi, inovasi, dan para pencipta lapangan kerja. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan dunia usaha agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung, mulai dari memvalidasi ide bisnis hingga memahami dinamika pasar,” jelas Risa.
Melalui ajang Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026, para mahasiswa ITB ASIA Malang diikutsertakan dalam rangkaian proses inkubasi intensif. Proses tersebut mencakup pendampingan penyusunan model bisnis, validasi produk, strategi pemasaran, hingga pelatihan pitching atau presentasi bisnis di hadapan para praktisi bisnis dan investor berpengalaman.
Institut ASIA juga melibatkan Inkubator Bisnis INC.85 ASIA, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan, serta HIPMI Kota Malang sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan yang sehat di lingkungan kampus.
Terkait dengan langkah kolaboratif ini, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, mengatakan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan langkah fundamental bagi HIPMI untuk mempercepat lahirnya pengusaha muda yang adaptif terhadap perubahan ekonomi global. Menurut Hendi, banyak inovasi yang lahir dari tangan mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar, namun kerap terkendala karena minimnya akses terhadap jejaring bisnis, pendampingan, dan investasi.

”HIPMI ingin menjadi jembatan antara inovasi yang lahir di kampus dengan kebutuhan dunia usaha. Kami siap mendampingi mahasiswa melalui mentoring, business matching, hingga membuka akses kolaborasi dan investasi bagi startup yang memiliki prospek,” ujarnya.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada acara Demo Day tanggal 9 Juli 2026 lalu. Dalam sesi tersebut, puluhan startup mahasiswa mempresentasikan model bisnis mereka di depan dewan juri yang terdiri dari kolaborasi akademisi dan praktisi bisnis. Penilaian dilakukan secara ketat berdasarkan aspek inovasi, kelayakan usaha, strategi model bisnis, potensi pasar, serta dampak ekonomi yang dihasilkan.
Hasil dari proses kurasi tersebut, terpilih 10 tenant startup terbaik yang menerima pendanaan dari INC.85 ASIA untuk melanjutkan proses inkubasi dan pengembangan bisnis ke tahap lebih lanjut. Institut ASIA juga memberikan apresiasi berupa penghargaan Future Unicorn Award, Disruptor Award, dan Impact Maker Award kepada startup dengan performa terbaik.
Langkah ini menegaskan konsistensi Institut ASIA dalam membangun budaya kewirausahaan yang terintegrasi dengan kebutuhan nyata industri. Melalui kemitraan erat dengan HIPMI, inkubator bisnis, dan pemerintah, pihak kampus berharap akan semakin banyak startup lahir dari Kota Malang yang mampu berkembang menjadi perusahaan berdaya saing global, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. (Red)
