Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Malang secara resmi telah dilaksanakan di ruang konferensi pers Stadion Gajayana Kota Malang mulai pagi hingga petang hari ini, Sabtu (18/07/2026). Agenda tertinggi tingkat kota ini menjadi momentum krusial bagi penataan struktur kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.
Kegiatan Muskot yang diikuti sekitar 30 orang perwakilan Induk Organisasi Olahraga tersebut sempat berjalan dengan alot. Dinamika ini disebabkan oleh banyaknya peserta Muskot yang merasa belum mengetahui ataupun memahami secara utuh tentang Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KORMI yang baru saja ditetapkan pada tahun 2026. Padahal, AD ART yang baru tersebut dikatakan menjadi dasar utama pelaksanaan Muskot kali ini. Akibat adanya perbedaan pemahaman, salah satu perwakilan Inorga yakni Bambang Andjar dari Inorga Ikatan Langkah Dansa Indonesia melakukan aksi walkout meninggalkan ruang pelaksanaan Muskot karena merasa kecewa.
Meski berjalan cukup ketat dengan berbagai interupsi, Muskot berhasil dilaksanakan dengan suasana yang tetap kondusif dan penuh semangat musyawarah. Hasil akhir dari forum Muskot KORMI tahun 2026 ini kemudian memutuskan Ketua Umum KORMI Kota Malang yakni Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko terpilih kembali menjadi Ketua Umum KORMI Kota Malang untuk periode 2026-2031.
Usai kembali terpilih dan menerima Surat Keputusan serta pataka KORMI, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan banyak terima kasih khususnya kepada Pemerintah Kota Malang serta seluruh perangkat kerja yang telah memberikan dukungan fasilitas dan pembinaan kepada KORMI sehingga dapat menggelar kegiatan Muskot tahun 2026 ini dengan sukses.
”Saya juga berterima kasih kepada Inorga yang merupakan anggota KORMI baik yang penuh maupun yang sementara, karena kita sama-sama bersepakat. Ini adalah proses pembelajaran dalam kita berorganisasi dan nampak betul dinamika yang muncul tadi itu adalah wujud rasa cinta seluruh inorga terhadap KORMI,” ungkap Sofyan Edi.
Mantan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023 ini menyampaikan bahwa setiap kritik, saran, dan masukan dari para peserta sidang sangat dihargai dan diapresiasi tinggi. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar asalkan tetap berada dalam ruang lingkup tali persatuan dan kesatuan, seperti yang berhasil diwujudkan selama pelaksanaan Muskot KORMI tahun 2026 ini.
”Karena KORMI ini secara nasional juga sedang menata mulai dari struktur yang paling atas untuk berbenah agar dapat menjadi sebuah organisasi yang benar-benar baik. Ini harus didukung dan diikuti oleh seluruh KORMI yang ada di daerah, terutama di Kota Malang,” ungkapnya.
Sofyan Edi tidak memungkiri bahwa selama dirinya memimpin KORMI Kota Malang dalam empat tahun terakhir tentunya masih banyak kekurangan yang terjadi. Ia menilai kekurangan tersebut juga merupakan bagian dari proses alami sebagai sebuah organisasi yang ingin bergerak menuju arah yang lebih baik.
”Dan Alhamdulillah bisa dimengerti, bisa dipahami. Semua materi yang menjadi catatan akan disampaikan ke Provinsi, dan masukan yang diberikan selama Muskot ini luar biasa sekali untuk kebaikan KORMI ke depan,” pungkas Sofyan Edi Jarwoko.
Kini, di bawah kepemimpinan yang berkelanjutan, KORMI Kota Malang diharapkan mampu merangkul kembali seluruh elemen Inorga untuk bersama-sama memajukan olahraga rekreasi di tengah masyarakat. (A.Y)
