Jakarta | ADADIMALANG.COM — Medio tahun 2015-2019 masyarakat Indonesia telah merasakan langsung bagaimana kecepatan disrupsi teknologi informasi merombak ragam sektor industri. Hampir setiap bulan perusahaan rintisan baru lahir, yang akhirnya berhasil membuat Indonesia utamanya di kawasan Jakarta menjadi salah satu startup hub terbesar di dunia.

​Salah satu pilar yang mendapatkan animo tinggi serta memerlukan adaptasi tiada henti seiring perkembangan teknologi terkini adalah aktivitas pemasaran dan proses akuisisi konsumen. Sejak terjadi perpindahan masif dari kanal offline menuju online, banyak korporasi berlomba menyiapkan diri untuk membangun jaringan dan ekosistem digital yang tepat agar perusahaan tetap konsisten mendatangkan pelanggan.

​”Digital Marketing merupakan topik yang hangat sekali, bahkan saat ini penguasaan digital marketing memiliki value yang besar mengingat dampaknya yang begitu penting dan dibutuhkan keahlian teknis dan non-teknis yang rumit. Hingga pengelolaan anggaran yang harus benar-benar teliti,” ungkap CEO PT. Adi Tjandra Teknologi (YPYM), Rochman Ma’arif.

​Namun seiring gerak inovasi yang bergulir semakin cepat, Rochman menegaskan bahwabsejak tahun 2022 lalu seluruh pelaku usaha dipaksa untuk siap menghadapi babak perubahan baru.

​”Sejak tahun itu (2022) hingga hari ini, akselerasinya benar-benar sulit diprediksi karena kecepatannya seringkali melampaui proyeksi banyak organisasi dan ahli. Bagi para digital marketers, kita akan melihat bagaimana raksasa perusahaan seperti Google harus melakukan perubahan hampir setiap bulan untuk membuat salah satu mesin uang mereka yaitu Google Search Engine bisa beradaptasi dengan shifting user yang sedang terjadi. Bahkan sampai hari ini,” pungkasnya.

​Senada dengan Rochman, Yuliana Kusumawati selaku Managing Partner dari YPYM menyampaikan bahwa para pengguna layanan Google melihat jelas bagaimana fitur AI Overview muncul pada awal 2023, yang kemudian diikuti dengan kemunculan Google AI Mode di awal 2025. Bahkan mesin kecerdasan buatan Google Gemini juga sudah mulai dikenalkan secara masif sejak akhir tahun 2023.

​”Untuk menangkap perubahan yang sedang terjadi, Google sekalipun harus merilis begitu banyak produk dengan tujuan utamanya agar relevan dengan user saat ini dalam menjawab pertanyaan miliaran orang setiap waktu, 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Dengan semua hal itu kita juga melihat perubahan besar terjadi pada teori optimasi pada search engine, seperti SEO (Search Engine Optimization), lalu ASO (App Store Optimization), lalu hadirlah Local SEO untuk optimasi bisnis hyper-local,” ungkap Yuliana.

​Kehadiran kecerdasan buatan dalam sektor mesin pencari ini pada akhirnya memicu lahirnya istilah baru dalam dunia industri, yaitu AEO (Answer Engine Optimization) dan GEO (Generative Engine Optimization). Keduanya memiliki basis logika serupa, yakni melakukan optimasi performa agar merek atau produk muncul pada hasil pencarian pengguna, namun diterapkan untuk platform digital yang berbeda dengan format jawaban yang jauh lebih beragam.

​”Jika saat istilah SEO begitu populer kita dituntut untuk memahami logika dan pola kerja Google Search Engine, maka dalam istilah GEO kita harus paham bagaimana cara kerja dari Claude AI, Perplexity, ChatGPT buatan OpenAI, Gemini milik Google, DeepSeek, Grok dari X AI, dan puluhan Chatbot pintar lainnya,” ujar Yuliana.

​Keberadaan ragam teknologi baru tersebut melahirkan tantangan baru, utamanya bagi para pemasar digital karena pola sebaran calon konsumen kini menjadi semakin rumit dan tersebar di mana-mana. Jika beberapa tahun lalu ekosistem Google dan Meta Group mendominasi titik kumpul calon pembeli, kini pelaku usaha harus memandang lanskap pasar digital secara luas. Calon konsumen kini aktif bergerak di platform cerdas seperti ChatGPT, Perplexity, Shopee, Tokopedia, Traveloka, Google Search, Google Play Store, Discord, Twitch, YouTube, Facebook, TikTok, hingga Instagram.

​Menavigasi tantangan kompleks seperti ini jelas memerlukan kalkulasi yang rumit. Oleh karena itu, pelaku usaha membutuhkan mitra kerja digital yang tepat dan berpengalaman agar alokasi modal dan efisiensi waktu tidak terbuang sia-sia, sehingga target bisnis yang telah dicanangkan dapat terwujud sesuai ekspektasi. (A.Y)