Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Keberhasilan sebuah institusi pendidikan tinggi salah satunya diukur dari sejauh mana para lulusannya mampu memberikan solusi dan kontribusi nyata saat terjun ke tengah masyarakat. Semangat inilah yang terpancar dalam prosesi wisuda Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang yang digelar pada pagi hari tadi, Sabtu (18/04/2026).
Momen kelulusan kali ini terasa istimewa karena UNITRI tidak hanya melepas wisudawan dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga sosok mahasiswa inspiratif yang membawa inovasi konkret, dimana hal ini sejalan dengan visi Kampus Berdampak yang diusung oleh Kemendikti Saintek untuk membuat para lulusan juga mampu memenangkan persaingan di dunia kerja sekaligus memberikan manfaat luas bagi publik.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Ahmad Budi Hartono dari Program Studi Peternakan. Wisudawan asal Lumajang ini berhasil meraih IPK 3,81 melalui penelitian tugas akhir yang sangat relevan dengan isu lingkungan, yakni pemanfaatan limbah organik dan maggot sebagai pakan ayam kampung.
“Dulu saya bisa berkuliah di UNITRI Malang ini karena mendapat jalur undangan dari UNITRI melalui Lomba Kompetensi Siswa (LKS) jurusan pada waktu SMK dulu dan saya memilih berkuliah karena dari orang tua yang menginginkan ada anaknya yang dapat menjadi sarjana,” ungkap Ahmad Budi Hartono.
Melalui hobinya memelihara hewan, Ahmad berhasil menciptakan inovasi pakan ternak biaya nol (zero cost) dan berupaya memutus ketergantungan peternak terhadap pakan pabrikan yang harganya terus melambung.
“Saya melakukan penelitian bagaimana biaya (cost) pakan pada ternak itu menjadi rendah. Jadi bagaimana kita mengelola pakan itu karena kita ketahui sekarang bahwa peternakan itu sekarang banyak yang mengandalkan pakan pabrikan. Nah, bagaimana kita mengolah pakan ini dari bahan yang memang zero biaya dengan mengolah limbah organik rumah tangga. Jadi limbah organik itu kita manfaatkan kembali yang juga memiliki manfaatnya sangat besar untuk lingkungan juga,” tegas Ahmad Budi Hartono.

Kampus Kerakyatan bagi Mahasiswa Berbagai Penjuru Nusantara
Kebanggaan serupa dirasakan oleh Nieke Dedna, wisudawan terbaik dari Prodi Teknik Kimia dengan IPK nyaris sempurna, 3,95. Mahasiswi asal Kalimantan ini memuji komitmen UNITRI dalam menyediakan akses pendidikan yang inklusif melalui berbagai skema beasiswa.
“Jadi saya bangga bisa kuliah dan wisuda di UNITRI Malang yang memang saya pilih karena kampus UNITRI ini adalah kampus Kerakyatan yang memberikan banyak sekali beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswanya dari berbagai pulau,” kata Nieke.
Ia berharap UNITRI terus mempertahankan perannya sebagai jembatan mimpi bagi anak bangsa yang memiliki keterbatasan ekonomi namun kaya akan prestasi.
“Harapan saya UNITRI Malang akan terus memberikan banyak beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa yang kurang mampu dari berbagai wilayah di Indonesai dan juga kepada mahasiswa yang berprestasi,” tambah Nieke.
Ditemui usai prosesi wisuda, Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, SE., M.Com., Ph.D., menyatakan optimismenya terhadap kualitas para lulusan UNITRI Malang dari tahun ke tahunnya. Baginya, setiap wisuda adalah bukti nyata dari proses panjang pendewasaan intelektual para mahasiswa sebelum akhirnya berkontribusi langsung di lapangan.
“Ya setidaknya para mahasiswa merasa lega karena mampu sampai dalam tahap wisuda ini, dan melalui berbagai proses yang telah mereka lalui para wisudawan akhirnya telah siap untuk kita terjunkan ke lapangan atau masyarakat,” ungkap Prof. Dodi.
Rektor menambahkan bahwa pada wisuda kali ini, universitas berupaya memberikan apresiasi lebih kepada para wisudawan yang telah memiliki rekam jejak kontribusi sosial nyata sebagai inspirasi bagi rekan-rekan mereka. Tingginya capaian IPK para lulusan juga menjadi indikator bahwa sistem pendidikan di UNITRI terus mengalami perbaikan kualitas yang signifikan.

Suasana wisuda pun semakin khidmat dengan penampilan Sendratari Adanu Sotya Majapahit. Tarian kolosal ini menceritakan tentang ketegasan dan kebijaksanaan sosok Tribhuwana Tunggadewi pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit yang juga menjadi simbol semangat bagi para lulusan dalam memulai langkah baru mereka. (A.Y)
