6 dari 13 Siswa SMP Tamansiswa Positif H1N1, Dinkes Imbau Perketat Prokes
- account_circle Fitri
- calendar_month Senin, 19 Okt 2026
- print Cetak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr. Husnul Muarif saat memberikan keterangan (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengonfirmasi sebanyak 6 dari 13 murid SMP Tamansiswa terdeteksi positif terpapar virus H1N1 atau influenza tipe A. Temuan tersebut diperoleh setelah para siswa menjalani uji laboratorium dengan pemeriksaan swab nasofaring.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pemeriksaan awal dilakukan terhadap 13 siswa yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sampel pemeriksaan kemudian dikirim untuk diuji lebih lanjut menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS).
“Dari 13 murid SMP Tamansiswa yang kami lakukan swab nasofaring, yaitu hidung dan tenggorokan, dan sudah dikirim untuk pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS), itu ada 6 yang hasilnya H1N1 atau influenza tipe A. Karena influenza itu ada 2 tipe, yakni tipe A dan tipe B,” ujar Husnul.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dinkes Kota Malang bersama petugas Puskesmas setempat bergerak cepat melakukan pemantauan penanganan di lapangan. Langkah ini mencakup kunjungan ke pihak sekolah hingga pelacakan ke tempat tinggal para siswa terkait.
“Dari situ, kami sudah melakukan beberapa kunjungan ke sekolah terkait. Kemudian ke lokasi domisili para siswa tersebut melalui petugas Puskesmas di wilayah,” kata Husnul.
Husnul menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) ketat bagi 13 siswa yang menjalani pemeriksaan tersebut. Meski demikian, seluruh warga sekolah juga diimbau untuk tetap disiplin mematuhi prokes guna mencegah penularan yang lebih luas.
“Sehingga nanti diharapkan yang menjadi prioritas ini, yakni 13 siswa tersebut bisa menerapkan protokol kesehatan yang baik. Tetapi semuanya pun juga wajib mematuhi prokes. Kemudian diharapkan juga proses pembelajaran dari 13 siswa itu tidak terganggu, tetap, cuma bagaimana prokes di lingkup sekolah menjadi lebih baik,” jelasnya.
Mengenai kondisi fisik para siswa, Husnul menyampaikan bahwa keadaan kesehatan mereka saat ini dalam tingkat yang baik. Namun, pengawasan ketat tetap dilakukan mengingat potensi transmisi virus H1N1 dapat terjadi secara cepat melalui percikan ludah.
“Kondisi semuanya sudah bagus. Tetapi untuk mencegah adanya transmisi karena penularannya lewat droplet, sehingga yang 13 anak itu diharapkan prokesnya lebih dari yang lain. Tetapi nanti kalau ada sesuatu, Puskesmas wilayah dalam hal ini Puskesmas Kendalkerep, itu akan datang ke UKS SMP Tamansiswa,” tambahnya.
Terkait penanganan medis khusus bagi 6 siswa yang terkonfirmasi positif H1N1, Dinkes Kota Malang menyatakan tidak memberikan suplemen tambahan secara khusus. “Kami tidak memberikan suplemen khusus,” tegas Husnul.
Sementara itu, mengenai perkembangan kasus ISPA secara umum di Kota Malang, Husnul mengemukakan adanya tren penurunan kasus berdasarkan data laporan dari 16 Puskesmas. Puncak (peak) kenaikan kasus sebelumnya sempat tercatat pada pekan ke-35 dan 36.
“Per Oktober ini trennya sudah turun. Ini dari laporan 16 Puskesmas di Kota Malang. Kemarin peak-nya itu di minggu ke 35-36. Mulai minggu ke 37 sampai sekarang cenderung menurun. Rata (penyebarannya), kalau dilihat dari tingginya kasus itu ada di mereka yang aktif di pendidikan, baik itu SD, SMP, ataupun SMA,” pungkas Husnul. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



