Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Mengingat peran vital istri prajurit sebagai pengatur keuangan rumah tangga, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menggelar pelatihan khusus bertajuk “Smart Money for Military Wives.” Kegiatan yang bertujuan mengoptimalkan literasi keuangan dan pemberdayaan gender ini dilaksanakan di Aula Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LV Yonkav 3 PD V/Brawijaya Malang pada hari ini, Sabtu (25/10/2025).
Dipimpin oleh Fitriana Rakhma Dhanias, S.E., M.S.A., Ak., C.F.P., pelatihan ini menyasar 28 anggota Persit, yang merupakan para istri prajurit aktif Yonkav 3 PD V/Brawijaya. Inisiatif ini muncul setelah tim dosen dari Fakultas Vokasi UB melakukan survei pendahuluan yang menemukan adanya kebutuhan mendesak, diman sebagian besar istri prajurit ternyata belum memiliki perencanaan keuangan keluarga yang sistematis dan masih terbatas dalam mengakses informasi finansial.

“Istri prajurit mayoritas menjadi garda terdepan dalam manajemen keuangan rumah tangga. Maka penting untuk meningkatkan literasi keuangan agar pengelolaan pendapatan keluarga dapat berjalan efektif, efisien, dan produktif,” ungkap Fitriana Rakhma Dhanias.
Pelatihan ini hadir sebagai solusi aplikatif untuk lingkungan keluarga militer, dengan tujuan memperkuat kemampuan anggota Persit dalam mengelola pendapatan, menumbuhkan kemandirian finansial, dan mendorong pengambilan keputusan ekonomi yang lebih bijak.
Kegiatan dikemas secara menarik, mencakup seminar literasi keuangan, simulasi penyusunan anggaran rumah tangga, hingga sesi sharing dan diskusi terbuka. Selama sesi berlangsung, peserta mendalami berbagai topik krusial, mulai dari perencanaan keuangan, manajemen utang sehat, strategi tabungan dan investasi, asuransi keluarga, hingga pemanfaatan aplikasi digital finansial terkini.
Sesi pelatihan berlangsung kondusif dan sangat interaktif. Banyak peserta yang secara terbuka berbagi pengalaman dan tantangan keuangan spesifik yang mereka hadapi. Antusiasme yang tinggi terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang hidup, menunjukkan relevansi topik bagi kehidupan mereka.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi di masa mendatang, karena sangat jarang ada program pengabdian dari kampus yang menyentuh langsung kehidupan keluarga Persit,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta tentang pengelolaan keuangan rumah tangga dan perencanaan usaha mikro. Peserta kini lebih memahami urgensi membuat anggaran keluarga, membedakan antara kredit produktif dan konsumtif, serta pentingnya menyisihkan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Bahkan, beberapa peserta mulai menunjukkan minat yang tinggi terhadap berbagai produk investasi keuangan, baik jangka pendek maupun panjang, disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.
Program Smart Money for Military Wives ini selaras dengan agenda nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dalam memperkuat peran perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga yang tangguh. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 5 dan SDG 8) terkait kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, tim pengabdian berencana menjadikan program ini sebagai model melalui pembentukan Komunitas Literasi Keuangan Persit. Komunitas ini diharapkan menjadi wadah permanen untuk edukasi, pendampingan, dan berbagi praktik terbaik di antara sesama anggota Persit.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat, di mana Fakultas Vokasi UB berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang aplikatif, berbasis kebutuhan riil masyarakat, dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga Indonesia. (Red)
