Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) terus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi para karyawan pabrik rokok yang banyak berdiri di kota Malang.
Sebagai langkah nyata pasca pemberian bantuan alat produksi pada tahun lalu, Diskopindag kota Malang menggelar pelatihan pembuatan minuman kekinian yang dimulai sejak pagi hari tadi, Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMK Kartika IV-1 Kota Malang ini diikuti oleh 100 orang karyawan pabrik rokok yang didominasi oleh kaum perempuan, dimana pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan tambahan agar para karyawan pabrik rokok yang menjadi peserta akan mampu merintis usaha mandiri di sela waktu bekerja atau di lingkungan rumah masing-masing.
Sementara itu ditemui sebelum pembukaan kegiatan, Kepala Bidang Perindustrian Diskopindag Kota Malang, Dian Likos Amelia menjelaskan bahwa pelatihan selama dua hari ini merupakan tindak lanjut penting agar bantuan alat yang telah diterima para peserta pada tahun 2025 tidak terbengkalai. Di bawah bimbingan para pengajar ahli dari SMK Kartika IV-1, para peserta diajarkan meracik berbagai varian minuman populer.
“Jadi setelah 100 karyawan pabrik rokok ini mendapat bantuan alat pada tahun 2025 lalu, di tahun ini mereka diberi pelatihan untuk membuat olahan minuman kekinian sebagai tambahan kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk berjualan di rumahnya masing-masing,” tutur Dian Likos.
Para peserta fokus mempelajari pembuatan empat jenis minuman hits, di antaranya varian matcha dan red velvet yang saat ini memiliki pangsa pasar tinggi di masyarakat.
Diskopindag kota Malang berkomitmen bahwa pembinaan tidak akan berhenti pada aspek produksi saja, dimana Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, S.Sos., MM., menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan peta jalan pendampingan yang komprehensif.
“Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan dibantu untuk pengurusan merek dan legalitas usahanya, hingga bantuan pembuatan kemasan produk yang dijual hingga pencarian pasar. Jika perlu nanti di sekitar pabrik tempat njenengan bekerja akan saya minta membuat pameran atau bazar untuk lokasi berjualan,” tegas Dr. Eko Sri Yuliadi.

Program pelatihan ini menurut Eko didukung Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diamanatkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan pabrik rokok secara berkelanjutan. Harapannya, stimulan berupa alat dan ilmu produksi ini dapat menjadi sumber penghasilan baru yang stabil bagi keluarga mereka.
Antusiasme tinggi terpancar dari para peserta, salah satunya Maesaroh, warga Bumiaji yang sudah mulai merintis usaha minuman di rumahnya. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya bimbingan teknis yang diberikan oleh pemerintah.
“Ya saya merasa senang dapat mengikuti pelatihan ini setelah sebelumnya saya diberi bantuan alat untuk membuat produk minuman kekinian. Semoga setelah ikut pelatihan ini jualan saya dapat semakin banyak, semakin laris dan semakin banyak rezekinya buat keluarga kami,” ungkap Maesaroh penuh harap.

Melalui sinergi antara bantuan alat, pelatihan keterampilan, dan kemudahan legalitas, Pemerintah Kota Malang optimis ekonomi kreatif di level rumah tangga akan tumbuh lebih kuat dan mandiri. (A.Y)
