Kota Malang Jadi Percontohan Gerakan Indonesia ASRI, Pemkot Perkuat Program Ngalam Rijik
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- visibility 118
- print Cetak

Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., (sebelah kiri) saat mendampingi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA dalam kegiatan ASRI di Alun-Alun Merdeka Kota Malang pagi tadi (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kota Malang menjadi tuan rumah dalam Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digelar di Alun-Alun Merdeka, Jumat (10/7/2026). Penunjukan Kota Malang sebagai lokasi pencanangan dinilai sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat atas berbagai capaian daerah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan tertata.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, gerakan Indonesia ASRI sejalan dengan berbagai program yang selama ini telah dijalankan Pemerintah Kota Malang, mulai dari tingkat RT, RW, kecamatan, sekolah hingga perkantoran.
“Kota Malang menjadi tuan rumah karena sudah banyak melaksanakan gerakan yang berkaitan dengan Indonesia ASRI. Salah satunya keberhasilan meraih penghargaan Adipura Kencana kategori Indonesia Bersih yang menjadi salah satu tolok ukur,” ujar Wahyu usai menghadiri kegiatanGerakan ASRI di alun-Alun MErdeka kota Malang pagi tadi, Kamis (09/07/2026).
Menurutnya, implementasi gerakan ASRI telah menjadi rutinitas di Kota Malang. Salah satunya melalui kegiatan Jumat Bersih yang diisi dengan senam bersama dan kerja bakti membersihkan lingkungan di masing-masing wilayah.
“Kegiatan ini sudah berjalan mulai dari tingkat RT, RW, kecamatan, sekolah hingga perkantoran. Jadi gerakannya memang sudah ada dan terus dilakukan,” katanya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, Pemkot Malang juga akan melanjutkan penataan kota, termasuk pengurangan reklame insidental sesuai arahan Presiden. Wahyu menyebut kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
“Reklame yang sifatnya insidental akan mulai kita kurangi secara bertahap. Ini juga merupakan arahan Bapak Presiden dan mendapat apresiasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Pemkot Malang juga menyiapkan penataan pedagang kaki lima (PKL) dengan mengedepankan penyediaan lokasi relokasi sebelum dilakukan penertiban.
Wahyu menjelaskan, skema tersebut telah diterapkan pada penataan PKL di Pasar Gadang maupun Kebalen. Selanjutnya, konsep serupa akan diterapkan untuk kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) hingga koridor Kauman-Kedungkandang dengan memanfaatkan kawasan Splendid sebagai salah satu lokasi penataan.
“Kalau kita memindahkan PKL, pasti sudah disiapkan alternatif tempatnya. Termasuk nanti kawasan Splendid akan kita tata secara bertahap untuk menampung PKL,” jelasnya.
Ia menegaskan, Gerakan Indonesia ASRI selaras dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang seperti Ngalam Rijik, Ngalam Seger, dan Ngalam Laris.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang mengatakan, pencanangan Gerakan Indonesia ASRI dilaksanakan serentak secara nasional dengan Kota Malang dipercaya menjadi lokasi peluncuran.
Dalam kegiatan tersebut, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri menyerahkan bantuan berupa peralatan kebersihan. Dukungan juga datang dari pihak swasta berupa kendaraan gerobak listrik untuk mendukung pengelolaan sampah.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman 500 bibit pohon. Sebanyak 10 pohon ditanam secara simbolis di Alun-Alun Merdeka, sedangkan sisanya akan ditanam di ruang terbuka hijau, termasuk kawasan Lowokwaru.
“Kegiatan ini juga melibatkan Satpol PP, Linmas, kader lingkungan, mahasiswa, Pramuka, serta unsur TNI dan Polri. Sebanyak 500 anggota Linmas juga menerima seragam baru,”pungkasnya. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



