Festival Mbois 11 Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Kota Malang
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- visibility 287
- print Cetak

Taklimat Media Festival Mbois 11 Malang Menyala di Malang Creative Center (Foto : Redaksi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Festival Mbois 11 ‘Malang Menyala’ akan digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang dipusatkan di Malang Creative Center (MCC), penyelenggaraan kali ini dipindahkan ke Stadion Gajayana sebagai bagian dari peringatan 100 tahun stadion bersejarah tersebut sekaligus upaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan festival tersebut menjadi ajang kolaborasi Pemerintah Kota Malang, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, hingga Staf Khusus Presiden. Festival ini juga melibatkan komunitas ekonomi kreatif di Kota Malang.
“Festival ini akan menampilkan 17 subsektor ekonomi kreatif yang selama ini kita bangun bersama dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Baihaqi usai kegiatan Taklimat Media, Selasa (21/07/2026)
Menurutnya, pemilihan Stadion Gajayana bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon Kota Malang, stadion tersebut genap berusia satu abad pada 2024 dan merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia.
“Momentum ini ingin kita manfaatkan untuk membangkitkan kreativitas seluruh stakeholder dalam membangun ekonomi kreatif di Kota Malang,” katanya.
Baihaqi memastikan kondisi Stadion Gajayana siap menjadi lokasi penyelenggaraan festival. Ia menilai stadion telah berpengalaman menjadi tuan rumah berbagai kegiatan berskala besar, termasuk peringatan satu abad Nahdlatul Ulama yang dihadiri lebih dari 100 ribu orang.
Ia juga menjelaskan penyelenggaraan festival tetap memperhatikan aspek pelestarian stadion sebagai bangunan bersejarah. Penggunaan area stadion akan diatur bersama panitia agar tidak mengganggu fasilitas yang ada.
Selain menjadi ruang pertunjukan seni dan hiburan, penyelenggaraan festival juga merupakan implementasi program optimalisasi pemanfaatan sarana olahraga sebagaimana diatur dalam kebijakan bersama pemerintah pusat. Melalui konsep tersebut, kawasan stadion diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan UMKM, sport tourism, dan ekonomi kreatif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Malang Mbois 11, Gedeon Soerja Ardi Noegraha, mengatakan selama tiga hari penyelenggaraan akan disuguhkan beragam pertunjukan musik dengan genre berbeda setiap harinya. Hari pertama menampilkan band-band lokal Malang, hari kedua menghadirkan Iksan Skuter, sedangkan hari ketiga diisi pertunjukan musik tradisi dan etnik.
Selain konser musik, festival juga menghadirkan kompetisi e-sport, lomba vokal, konferensi internasional, hingga business matching bagi pelaku ekonomi kreatif.Pihak panitia menargetkan lebih dari 500 pelaku ekonomi kreatif Kota Malang berpartisipasi dalam festival tersebut.
“Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, panitia juga menggelar Fun Walk dan Fun Run pada Minggu yang terbuka untuk masyarakat umum. Masing-masing kegiatan ditargetkan diikuti 10 ribu peserta sehingga total kunjungan festival diproyeksikan mencapai 20 ribu orang,”tandasnya.
Dari sisi ekonomi, Festival Malang Mbois XI diproyeksikan mampu menciptakan perputaran uang sedikitnya Rp50 miliar. Nilai tersebut berasal dari penjualan tiket, transaksi produk ekonomi kreatif, serta aktivitas hampir 300 stan yang diisi pelaku UMKM, kriya, fashion, dan retro market. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



