693 Mahasiswa Baru UNITRI Malang Ikuti PKKMB 2026
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak

Suasana pelaksanaan PKKMB di kampus UNITRI Malang (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Sebanyak 693 mahasiswa baru Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang secara resmi mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar selama dua hari mulai Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tahunan ini dirancang sebagai wadah pengenalan atmosfer perguruan tinggi sekaligus orientasi akademik dan budaya bagi para mahasiswa baru.
Rektor UNITRI Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB merupakan bagian penting dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi. Menurutnya, kegiatan ini berfungsi memfasilitasi transisi para siswa menjadi mahasiswa.
“Ini kegiatan kedua dalam rangkaian penerimaan mahasiswa baru. PKKMB selalu menjadi kegiatan rutin ketika kampus bertanggung jawab mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru,” ujar Prof. Dodi.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia mengusung tema “Berprogres dalam Kebinekaan”. Pemilihan tema tersebut disesuaikan dengan identitas UNITRI Malang yang selama ini dikenal luas sebagai salah satu kampus multikultur di Indonesia.
“UNITRI ini selalu dikenal sebagai kampus yang multikultur. Penekanan materi lebih kepada konteks bagaimana membangun kebersamaan, toleransi, dan sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk maju,” kata Prof. Dodi.
Prof. Dodi berharap proses orientasi ini dapat mempercepat adaptasi para mahasiswa baru di lingkungan kampus. Pemahaman mendalam terkait ekosistem perguruan tinggi dinilai vital agar proses belajar mengajar berjalan optimal sejak awal semester.
“Saya harap mahasiswa baru lebih cepat mengenali ekosistem perguruan tinggi yang sebenarnya. Sehingga di awal-awal perkuliahan mereka sudah tidak bingung lagi, sudah tahu apa yang harus dilakukan, kewajiban apa, dan tanggung jawabnya apa,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Biro Kemahasiswaan UNITRI Malang, Fendiyatmi Kusufa, S.E., M.M. (Pak Fendi), memaparkan bahwa materi PKKMB disusun efisien selama dua hari sesuai dengan arahan serta regulasi panduan kementerian.
Materi yang disajikan mencakup wawasan pembinaan bela negara (cinta tanah air), panduan akademik (pengurusan KRS, KHS, hingga surat cuti), ke-UNITRI-an, Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), hingga pencegahan kekerasan di lingkungan kampus melalui PPKPT. Selain itu, sebanyak 25 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga diperkenalkan.
“Pemateri keempat fokus pada PPKPT, yaitu penanganan kekerasan pada mahasiswa, baik kekerasan seksual, anti-bullying, maupun bimbingan konseling. Harapannya dengan mengenal kampus lebih jauh, mahasiswa lebih mencintai almamater dan terjadi kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan kampus,” jelas Fendi.
Fendi merinci, dari total 693 peserta PKKMB yang tersebar di berbagai program studi, mayoritas mahasiswa baru berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah asal peserta didominasi oleh daerah Sumba (Sumba Barat Daya, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Sumba Barat) serta wilayah Manggarai (Manggarai Timur, Manggarai Tengah, dan Manggarai Barat).
Fendi menegaskan bahwa sebagian besar mahasiswa baru yang diterima di UNITRI Malang berhasil masuk melalui jalur beasiswa. Pihak kampus berpesan agar para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh.
“Mereka harus bersyukur karena diberikan kesempatan untuk kuliah. Rata-rata di sini mendapatkan beasiswa. Tidak semua lulusan SMA punya kesempatan ini, sehingga kami berharap mereka dapat mengukir prestasi baik akademik maupun non-akademik di kampus ini,” pungkas Fendi. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



