~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tingkatkan Efisiensi dan Pengendalian Internal, Tim Polinema Dampingi Penerbit Peneleh Implementasikan Odoo ERP

Tingkatkan Efisiensi dan Pengendalian Internal, Tim Polinema Dampingi Penerbit Peneleh Implementasikan Odoo ERP

  • account_circle redaksi
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 91
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) dari Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) mendampingi Penerbit Peneleh dalam menerapkan sistem manajemen persediaan berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo. Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat sistem pengendalian internal penerbitan lokal tersebut.

Kegiatan yang dibiayai melalui Dana DIPA POLINEMA ini dipimpin oleh Dr. Novrida Qudsi Lutfillah, SE., Ak., MSA., bersama tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Akuntansi POLINEMA. Program pendampingan ini berlangsung sejak April hingga Desember 2026 di lokasi Penerbit Peneleh, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Penerbit Peneleh yang aktif menerbitkan buku-buku berskala nasional sejak 2016, sebelumnya masih mengandalkan pencatatan persediaan secara manual dan spreadsheet. Sistem konvensional ini kerap menimbulkan konflik data antara stok fisik dan catatan administrasi, risiko kerugian akibat stok menumpuk (overstock) atau kekosongan stok (stockout), serta memakan waktu hingga 4–5 hari kerja untuk menyusun laporan persediaan bulanan.

“Melalui implementasi modul Inventory pada Odoo ERP Community Edition, pencatatan persediaan buku kini dapat dilakukan secara real-time. Hal ini membantu penerbit mengetahui jumlah stok buku cetak secara akurat dan memotong waktu penyusunan laporan persediaan,” ujar Dr. Novrida Qudsi Lutfillah.

Selain memigrasikan data sekitar 154 judul buku ke dalam sistem Odoo, program pendampingan ini juga memfokuskan pada penguatan pengendalian internal usaha. Melalui mekanisme ini, setiap hak akses pengguna dibatasi sesuai fungsi kerjanya (seperti bagian gudang, pembelian, penjualan, dan keuangan), serta seluruh rekaman transaksi tercatat secara transparan.

Tidak hanya dari sisi perangkat lunak, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dan pendampingan intensif kepada para karyawan Penerbit Peneleh. Simulasi transaksi, pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), hingga penataan fisik stok di rak gudang diselaraskan dengan kode di sistem digital untuk mempermudah proses stock opname.

Dalam tahap lanjutan, sistem Odoo ini dilengkapi dengan fitur reorder rule (peringatan batas minimum stok). Fitur ini memanfaatkan data historis penjualan untuk memberikan notifikasi otomatis saat stok buku populer mulai menipis, sehingga manajemen dapat merencanakan proses cetak ulang secara lebih tepat waktu.

Melalui kolaborasi antara akademisi dan industri UMKM ini, diharapkan Penerbit Peneleh dapat mempertahankan daya saing serta tata kelola usahanya secara berkelanjutan di era digitalisasi industri literasi. (Red)

  • Penulis: redaksi
expand_less