~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stok Beras Premium Menipis, Pedagang Pasar Klojen Kesulitan Dapat Beras Premium

Stok Beras Premium Menipis, Pedagang Pasar Klojen Kesulitan Dapat Beras Premium

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 35
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Kelangkaan beras premium masih terjadi di Kota Malang. Kondisi tersebut dirasakan para pedagang di Pasar Klojen yang kesulitan memperoleh pasokan dari distributor selama satu hingga dua pekan terakhir. Akibatnya, sebagian pedagang harus mencari stok ke sejumlah toko dan daerah lain agar tetap bisa memenuhi permintaan pembeli.

Salah seorang pedagang Toko Prancangan Pasar Klojen, Budi, mengatakan stok beras premium di tokonya telah habis sejak sekitar satu pekan terakhir. Sebelumnya, pasokan masih tersedia meski jumlahnya terbatas karena pembelian dari distributor dibatasi.

“Kalau langkanya pas enggak ada, satu mingguan. Sebelum-sebelumnya masih ada, tapi enggak banyak karena belinya dibatasi. Sekarang sudah enggak ada sama sekali,” kata Budi.

Menurut Budi, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan tersebut. Namun, ia menduga kondisi itu dipengaruhi mahalnya harga bahan baku, biaya operasional, maupun faktor produksi di tingkat petani.

“Kalau saya enggak bisa menganalisis, cuma kemungkinan bahan bakunya mahal, petaninya enggak nutup, sama biaya operasionalnya. Kemungkinan bisa jadi,” ujarnya.

Budi mengaku saat ini tidak lagi menjual beras premium maupun beras SPHP. Khusus SPHP, sejak awal ia memang tidak menjadi penyalur karena kuota distribusinya terbatas dan telah dialokasikan kepada pedagang lain di pasar tersebut.

“Kalau SPHP saya memang dari dulu enggak pernah jual. Jatahnya sedikit, jadi yang jual cukup satu atau dua toko saja,” katanya.

Kelangkaan beras premium juga berdampak terhadap perilaku konsumen. Menurut Budi, sebagian pelanggan akhirnya mencari beras ke daerah asal atau membeli beras tanpa merek dari penggilingan karena stok di tokonya sudah habis.

“Kalau langganan, sebelum kosong sudah saya kasih tahu. Jadi mereka bisa cari ke petani atau ke kampung yang masih ada beras selep sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Sayid, memilih berkeliling mencari pasokan beras premium ke sejumlah toko di Kota Malang, termasuk toko modern, agar tetap memiliki stok untuk dijual kepada pelanggan.

“Saya dapat dari Comboran. Saya keliling toko-toko kecil. Yang penting dapat barang, meskipun harganya lebih mahal,” ujar Sayid.

Karena memperoleh barang dari tangan kedua, harga jual beras premium di tokonya ikut mengalami kenaikan. Beras kemasan lima kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp84 ribu kini dipasarkan seharga Rp87 ribu.

“Lebih mahal karena dari tangan kedua. Sekarang saya jual Rp87 ribu untuk kemasan lima kilogram, sebelumnya sekitar Rp84 ribu,”uangkapnya.

Menurut Sayid, kenaikan harga membuat sebagian pembeli mengurungkan niat berbelanja. Namun, tidak sedikit konsumen yang tetap membeli karena khawatir semakin sulit mendapatkan beras premium.

“Pembeli tetap ada. Ada yang bilang mahal lalu enggak jadi beli, tapi ada juga yang bilang, ‘yang penting ada barang’,” tuturnya.

Sayid menambahkan, pasokan beras premium dari distributor telah kosong cukup lama sehingga ia harus terus mencari stok ke berbagai tempat. Berbeda dengan beras premium, pasokan beras SPHP masih tersedia dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kalau SPHP lancar, kemarin datang 40 sak. Saya jual Rp62 ribu, masih sesuai HET yang paling tinggi Rp65 ribu,” pungkasnya. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less