Buntut Kekerasan di SMPN 18, Pemkot Malang Tunjuk Plh Kepsek
- account_circle Fitri Fatma
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Pj Sekda Kota Malang Dandung Djulharjanto, saat memimpin upacara di SMPN 18 Malang pagi tadi (Foto : Fatma AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bergerak cepat menangani persoalan di SMP Negeri 18 Kota Malang dengan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sekolah Sri Risna Wati yang saat ini menjabat Kepala SMPN 1 Malang serta menggelar pendampingan psikologis bagi para siswa.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan proses belajar mengajar tetap kondusif dan kejiwaan siswa terlindungi pasca-insiden kekerasan yang dilakukan oleh mantan sekolah berinisial MAH terjadi di sekolah tersebut.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, mengonfirmasi bahwa proses pemberhentian resmi kepala sekolah sebelumnya saat ini sedang diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Selama proses administratif dan hukum berjalan, Pemkot Malang menunjuk pejabat pelaksana harian guna memimpin operasional sekolah.
“Proses pemberhentian resminya ini sudah kita ajukan ke BKN, sehingga untuk saat ini kita tunjuk Plh dulu. Tapi yang lebih penting daripada itu adalah bagaimana tetap menjaga kejiwaan psikologis anak-anak,” ujar Dandung.
Guna memulihkan suasana sekolah, Pemkot Malang menerjunkan tim lintas dinas yang terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang. Upaya pendampingan diawali dengan apel pagi yang dikemas ceria untuk mengembalikan kenyamanan dan rasa aman para siswa.
“Oleh karena itu kami dari Disdikbud, kemudian dari Dinkes, kemudian juga dari Dinsos, kita ke sini semua dalam rangka memberikan pendampingan. Apel tadi kita buat suasana yang ceria. Kita ajak nyanyi anak-anak, kita buat mereka bergembira, enjoy bahwa sekolahan ini adalah tempat yang nyaman dan aman,” tambah Dandung.
Terkait laporan wali murid ke aparat kepolisian, Dandung menegaskan bahwa Pemkot Malang menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang jika ditemukan unsur pidana. Dari sisi kepegawaian, Pemkot Malang juga menyiapkan opsi sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan.
“Sanksinya kita berikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yang terberat diberhentikan. Kekerasan yang mengakibatkan traumatik anak tidak boleh terjadi lagi di Kota Malang,” tegas Dandung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan alasan penunjukan Sri Risna Wati yang saat ini menjabat Kepala SMPN 1 Malang sebagai Plh Kepala SMPN 18. Risna dinilai memiliki kapabilitas dan pengalaman mumpuni dalam memimpin sekolah serta menenangkan dinamika internal.
“Bu Risna ini kapabilitasnya sudah mumpuni. Beliau pernah memimpin sekolah favorit dengan heterogenitas murid dan tantangan yang beragam. Saya yakin beliau bisa menenangkan dan mententeramkan suasana di SMPN 18,” terang Suwarjana.
Selain penanganan siswa, Pemkot Malang juga mengumpulkan seluruh kepala sekolah di lingkungan Dinas Kebudayaan untuk memberikan pembekalan. Kegiatan menyapa sekolah dan pelaksanaan retreat bagi para guru turut dirancang guna menguatkan peran pendidik sebagai pengayom siswa di sekolah.
Di sisi lain, Plh Kepala SMPN 18 Kota Malang, Sri Risna Wati, menyatakan prioritas utamanya saat ini adalah memastikan lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman sesuai dengan arahan kementerian terkait. Langkah awal yang dilakukannya adalah berkoordinasi dengan para guru untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dalam proses pendisiplinan.
“Saya harus berkoordinasi dengan Bapak/Ibu guru dan menyampaikan pesan agar dalam mendidik serta mendisiplinkan anak-anak dapat menghindari segala bentuk kekerasan. Untuk mendisiplinkan siswa, kita terapkan disiplin positif,” kata Risna.
Melalui pendekatan intervensi psikologis, pembenahan manajemen sekolah, dan penerapan disiplin positif tanpa kekerasan, Pemkot Malang optimistis stabilitas serta nama baik SMPN 18 Kota Malang dapat segera dipulihkan. (Ftm/A.Y)
- Penulis: Fitri Fatma



