GPM Sumbersari Jadi Angin Segar Warga di Tengah Kenaikan Harga
- account_circle Fitri
- calendar_month 20 jam yang lalu
- print Cetak

Salah satu warga yang membeli kebutuhan bahan pokok di Gerakan Pangan Murah (GPM) di Sumbersari kota Malang (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Warga nampak antusias mendatangi halaman Kantor Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Lowokwaru, untuk menyerbu komoditas bahan pokok murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada Rabu (21/10/2026). GPM ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran.
Salah satu warga yang memanfaatkan momentum ini adalah Tio (57), seorang pedagang lalapan asal Sumbersari. Ia rela mengantre demi mendapatkan bahan baku pangan dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan tarif di pasar tradisional.
Tio mendatangi lokasi GPM khusus untuk memborong komoditas cabai dan beras SPHP guna menyokong keberlangsungan usaha kuliner yang telah ia jalani selama puluhan tahun. Selisih harga yang cukup signifikan menjadi alasan utama baginya untuk berbelanja di program pasar murah tersebut.
“Beli cabai 1 kg Rp40 ribu. Di pasaran Rp50 ribu. Di sini saya beli 2 kg karena dibatasi maksimal hanya 2 kg. Untuk kebutuhan warung, jualan lalapan.” ujar Tio
Selain cabai rawit, Tio juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli beras SPHP sebanyak 20 kg. Bagi para pelaku usaha mikro, efisiensi modal belanja harian sangat menentukan margin keuntungan yang mereka dapatkan.
“Saya beli beras juga 20 kg, SPHP semua. Harganya Rp57 ribu. Kalau di Pasar Rp60 ribu lebih. Bagi pedagang ini lumayan harga segitu,” tuturnya.
Ia mengungkapkan bahwa pasokan cabai di tingkat pedagang sebenarnya tidak mengalami kelangkaan. Namun, tingginya lonjakan harga di pasar langganannya membuat para pedagang kecil harus memutar otak agar tetap bisa berjualan.
“Kesulitan cari cabai, tidak. Cuman harganya mahal. Biasanya saya belanja di Pasar Dinoyo,” jelas Tio.
Pria yang mengetahui informasi GPM dari pengumuman pengurus RW setempat ini berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara rutin oleh pemerintah daerah. Menurutnya, program ini sangat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian harga pangan.
“Harapannya bisa dirutinkan kegiatan seperti ini. Apalagi kalau kebutuhan naik semua. Saya tahunya karena info ini dishare RW,” pungkasnya. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



