~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ratusan Mahasiswa di Malang Gelar Aksi

Evaluasi Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ratusan Mahasiswa di Malang Gelar Aksi

  • account_circle Fitri
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di bawah guyuran gerimis pada Rabu (28/10/2026). Aksi yang berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut digelar guna menyuarakan evaluasi terhadap dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan isu utama yang dirangkum ke dalam rumusan enam poin tuntutan konkret dan satu seruan umum kepada masyarakat. Poin-poin tuntutan tersebut mencakup berbagai isu strategis nasional, mulai dari sektor lingkungan, ekonomi, ketenagakerjaan, hingga penegakan hukum dan hak asasi manusia.

Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu, Ardan, menegaskan bahwa tuntutan pertama mereka mendesak pemerintah untuk segera menetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional. Pihaknya juga meminta pemulihan hak bagi para korban serta penindakan tegas terhadap korporasi besar yang diduga menjadi pemicu kebakaran hutan.

“Untuk tuntutannya, yang pertama adalah tetapkan bencana karhutla sebagai bencana nasional, pulihkan hak korban, dan tindak lanjut korporasi besar yang menjadi penyebab kebakaran hutan itu sendiri,” ujar Ardan di lokasi aksi.

Selain isu lingkungan, massa juga menuntut penurunan harga bahan pokok, pajak, biaya pendidikan, dan kesehatan, serta pemenuhan pasokan BBM untuk rakyat. Di bidang ketenagakerjaan dan agraria, mereka mendesak penyediaan lapangan kerja layak, penghapusan sistem kontrak (outsourcing), serta pengalokasian tanah, modal, dan teknologi bagi petani, nelayan, dan kaum miskin perkotaan. Poin lainnya juga soroti penghentian penjarahan anggaran, evaluasi program MBG, hingga pengembalian militer ke barak serta pembubaran Batalyon Pembangunan Yon TP.

Mengenai seruan umum yang diusung, Ardan menyampaikan bahwa pihak aliansi menilai perlu adanya konsolidasi dan pembentukan kekuatan politik di tingkat basis rakyat. Hal tersebut dinilai penting sebagai sarana perjuangan dalam merespons berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap belum memihak pada kesejahteraan masyarakat luas.

“Seruan umumnya adalah karena kita susah lagi berharap kepada rezim yang berkuasa hari ini, makanya kami dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk membangun satu kekuatan politik, membangun komite perlawanan rakyat di berbagai kota dan daerah untuk merebut kesejahteraan dan untuk melawan penindasan,” tegas Ardan.

Sebagai informasi, massa aksi mengawali pergerakannya dari titik kumpul di Alun-Alun Merdeka menuju gedung DPRD Kota Malang di kawasan Bundaran Tugu. Sepanjang perjalanan, massa aksi membawa berbagai atribut propaganda serta menggemakan orasi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less