Berangkatkan 12 Atlet di Kejurda Paralimpik Piala Gubernur Jatim 2026, Pemkot Siapkan Bonus
- account_circle Fitri
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., berfoto bersama atlet NPCI Kota Malang usai upacara peringatan Hari Sumpah pemuda ke-98 di halaman balaikota Malang (Foto : Fitri AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung prestasi para atlet daerah, khususnya dari kalangan disabilitas. Sebanyak 12 atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Malang diberangkatkan untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Paralimpik Piala Gubernur 2026 di Kota Mojokerto.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, menjelaskan bahwa para atlet tersebut akan berlomba pada dua cabang olahraga utama. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi boccia serta catur tuna netra.
“Ya, besok pagi ada sekitar 12 atlet kita, itu ada mengikuti Piala Gubernur di Kota Mojokerto khusus untuk atlet-atlet disabilitas. Jadi ada dua yang dilombakan satu Boccia, jadi lempar-lempar bola khusus untuk atlet-atlet disabilitas, terus satu lagi catur tuna netra,” ujar Arif ditemui usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan pemberangkatan atlet NPCI.
Persiapan matang telah dilakukan mengingat para atlet penyandang disabilitas ini memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Pada September 2026 lalu, kontingen Kota Malang bahkan sukses mendulang dua medali emas, tiga perak, dan satu perunggu dalam ajang lomba para atletik.
“Dan insyaallah tahun 2026 bulan September kemarin, kita mengirimkan empat atlet itu mengikuti lomba para atletik, itu kita mendapatkan dua medali emas, tiga perak, satu perunggu. Dan mudah-mudahan ini kita juga bisa menargetkan emas di Kejurda Piala Gubernur 2026,” tambah Arif.
Kontingen yang diberangkatkan mencakup berbagai kategori disabilitas, termasuk tuna daksa dan tuna netra. Bahkan, beberapa atlet tuna netra asal Kota Malang telah berstatus sebagai atlet nasional dan sempat menunjukkan performa gemilang dalam laga eksibisi bersama Wali Kota Malang.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menegaskan bahwa Pemkot Malang senantiasa memberikan pendampingan komprehensif. Dukungan tersebut diberikan mulai dari penyediaan sarana dan prasarana penunjang hingga pengawalan penuh sejak keberangkatan hingga kepulangan atlet.
“Kami memberikan pendampingan, kami mendukung, sarana prasarana juga kami berikan, termasuk kami support pada saat mereka nanti bertanding, mulai dari berangkat sampai dengan pulang,” ungkap Wahyu.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para atlet yang rutin berlatih di Stadion Gajayana, Pemkot Malang juga telah menyiapkan tali asih atau bonus khusus. Penghargaan finansial tersebut akan diberikan apabila para atlet berhasil meraih prestasi juara di ajang kompetisi.
“Nanti kalau mereka mendapatkan posisi juara, akan kami berikan bonus. Saya terus beri semangat, dan kami sampaikan baik yang diberangkatkan maupun yang mandiri, apabila mereka mendapatkan prestasi, kami akan beri bonus,” pungkas Wahyu. (Fit/A.Y)
- Penulis: Fitri



