Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Berhasil Menjuarai berbagai perlombaan, Perangkap Hama buatan mahasiswa UM diproduksi massal

Berhasil Menjuarai berbagai perlombaan, Perangkap Hama buatan mahasiswa UM diproduksi massal

Kota Malang – Berawal dari permasalahan yang ditemukan saat melakukan studi lapangan di Probolinggo yang merupakan daerah penghasil bawang merah terbesar di Jawa Timur, lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menciptakan Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT) yang merupakan perangkap hama ngengat pada tanaman bawang merah. Bahkan Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT) berhasil meraih Medali Emas tingkat Internasional di Malaysia pada tahun 2017 lalu.

Ketua Tim Portable Moth Atractor Technology (P-MOAT), Robby Wijaya menjelaskan bahwa saat ini P-MOAT sedang memasuki tahap produksi massal.

“P-MOAT memang sengaja diciptakan sebagai perangkap hama ngengat pada bawang merah, namun tidak menutup kemungkinan P-MOAT juga bisa menjadi perangkap hama ngengat tanaman lainnya. P-MOAT ini telah dikembangkan sampai tahap prototype dan telah kami ikutkan pada beberapa perlombaan karya tulis ilmiah mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Sebelum di ajang IDRIS Malaysia, P-MOAT pernah menjadi Juara 1 tingkat Jawa Bali untuk lomba cipta elektronika di Universitas Negeri Jember, Juara 2 SCIENTIST in Action tingkat Nasional di ITS Surabaya dan kemudian meraih medali emas di Malaysia,” ujar Robby Wijaya.


Robby mengakui bahwa P-MOAT bukanlah alat perangkap hama ngengat bawang merah satu-satunya yang pernah ada, tetapi berdasarkan kelemahan dan kekurangan perangkap yang ada di pasaran, P-MOAT diciptakan dengan menghilangkan kelemahan dan kekurangan produk perangkap yang lainnya.

“Dari hasil wawancara kami dengan para petani yang menggunakan perangkap yang lain kami buat P-MOAT dengan meminimalisirkan kelemahan perangkap-perangkap yang sudah ada dengan menggunakan lampu LED serta baterai sebagai sumber listrik membuat P-MOAT memiliki tingkat keamanan yang lebih baik terhadap petani. Selain itu, menggunakan sistem Lampu Tabung Lem (LaTaLe) menjadikan produk ini memiliki tingkat efektifitas 40% lebih baik berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh para petani,” ujar mahasiswa yang dibimbing oleh dosen Widiyanti ini.

P-MOAT yang akan diproduksi massal ini rencananya akan diperkenalkan kepada petani Bawang Merah sebagai inovasi teknologi yang memiliki tingkat efektifitas dan efisiensi lebih baik, diharapkan dengan penggunaan P-MOAT tersebut akan mampu mengoptimalkan panen bawang merah di seluruh Indonesia.

P-MOAT saat ini telah diperkenalkan melalui media sosial instagram @p_moat dan Facebook : Portable Moat dan website www.pmoat.com. (A.Y)

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan