~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Disdikbud Kota Malang Usulkan Tambahan Rp1,5 Miliar di PAK untuk Renovasi Sekolah

Disdikbud Kota Malang Usulkan Tambahan Rp1,5 Miliar di PAK untuk Renovasi Sekolah

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 79
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Malang. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk merenovasi belasan gedung sekolah yang kondisinya mendesak atau urgent.

Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, membenarkan pengajuan anggaran tambahan tersebut untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar peserta didik.

“Kami memang kemarin mengajukan di PAK untuk anggaran tambahan renovasi sekolah. Besarannya sekitar Rp1,5 miliar. Itu untuk renovasi sekolah yang sifatnya urgent,” kata Suwarjana.

Suwarjana menjelaskan, sasaran penerima bantuan pembenahan fisik ini mencakup belasan satuan pendidikan yang tersebar di Kota Malang. Fasilitas yang diusulkan mendapat perbaikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Menengah Pertama.

“Ada belasan kalau tidak salah. Ada TK, SD, sampai SMP,”ujarnya.

Meski telah diajukan, Suwarjana menyebut alokasi dana tambahan tersebut saat ini masih menanti keputusan resmi dari pihak legislatif. Pengusulan dana segar ini masih berada dalam tahap pengawalan dan diskusi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang.

“Belum. Mudah-mudahan disetujui. Ini kan juga masih proses pembahasan,” jelasnya.

Pengajuan lewat PAK ini difokuskan untuk mengakomodasi sekolah-sekolah yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat. Suwarjana menekankan, prioritas utama perbaikan ditujukan pada kerusakan struktur atap bangunan yang berpotensi membahayakan para siswa dan guru.

“Karena kebanyakan sekarang revitalisasi itu dari pusat. Sehingga yang belum tersentuh anggaran dari pusat, kemudian sudah urgent, itu kami usulkan. Utamanya yang perlu diperbaiki itu atap, karena bahaya. Tetapi kerusakan lainnya juga macam-macam,” ungkapnya. (Ftm/A.Y)

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less