~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » DLH Kota Malang Gelar Sosialisasi Lomba Kampung Mbois 2026, Dorong Olah Sampah Mandiri

DLH Kota Malang Gelar Sosialisasi Lomba Kampung Mbois 2026, Dorong Olah Sampah Mandiri

  • account_circle Fitri
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi menggelar sosialisasi penyelenggaraan lomba Kampung Mbois (Mandiri, Bersih, Olah Sampah, Indah, dan Sehat) Tahun 2026. Ajang ini digelar guna memicu pengolahan sampah mandiri serta menumbuhkan kesadaran lingkungan masyarakat di tingkat RW.

Program yang merupakan penyempurnaan dari Kampung Bersinar ini mewajibkan keterlibatan perwakilan Rukun Warga (RW) baru dari 57 kelurahan se-Kota Malang yang belum pernah mengikuti program penganugerahan lingkungan sebelumnya.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., menjelaskan bahwa rebranding menjadi Kampung Mbois membawa penekanan utama pada pembinaan pengolahan sampah yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar piala seremonial.

“Ya, ini sebetulnya dulu menggunakan nama Kampung Bersinar. Nah, sekarang dijadikan Kampung Mbois. Karena ada beberapa penekanan yang untuk bisa lebih memberikan ke pengolahan, dengan lebih kelihatan lagi dalam memberikan untuk kesadaran masyarakat bagaimana bisa menjaga lingkungannya,” ujar Wahyu Hidayat.

Wahyu menambahkan, masyarakat dapat memanfaatkan anggaran RT Berkelas untuk menunjang kebutuhan fisik seperti pengadaan tempat sampah dan gerobak, maupun kegiatan nonfisik berupa capacity building warga.

“Bisa menggunakan, jadi nanti untuk mendukung terkait juga agar Kampung Mbois ini semakin baik, semua parameter yang dipersyaratkan dalam mendukung Kampung Mbois ini, misalkan ada kekurangan-kekurangan, bisa menggunakan anggaran dari RT/RW, yang penting ada kesepakatan bersama,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, menyampaikan bahwa Kampung Mbois dirancang sebagai cikal bakal Kampung Berseri dan Kampung Proklim dengan mengedepankan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

“Maka mereka sudah mulai dilakukan pemilihan sampah, reduce, reuse, dan recycle, sampah didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat sehingga mendapatkan pendapatan untuk komunitas mereka sendiri,” kata Raymond.

Selain itu, program ini diarahkan untuk merevitalisasi keberadaan bank sampah di seluruh wilayah Kota Malang yang saat ini tercatat sebanyak 370 unit aktif agar masyarakat memiliki standar operasional pengolahan sampah secara mandiri.

“Harapannya dengan adanya Kampung Mbois ini mereka bisa bersinergi dengan bank sampah, sehingga tidak hanya mengandalkan atau menunggu arahan dari pemerintah, tapi di lingkungan itu sudah mempunyai standar operasional untuk melakukan kegiatan di masing-masing kampungnya,” tutur Raymond.

Pemerataan kawasan peduli lingkungan ini juga disiapkan sebagai langkah strategis Pemkot Malang dalam menghadapi penilaian piala Adipura. DLH Kota Malang menyediakan total hadiah Rp80 juta untuk para pemenang, dengan proses penilaian dan pengumuman lomba yang dijadwalkan rampung pada Desember 2026.

“Desember sudah langsung kami lakukan penilaian dan kami umumkan,” pungkas Raymond. (Fit/A.Y)

  • Penulis: Fitri
expand_less