~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dukungan Orang Tua Menjadi Salah Satu Kunci Sukses Vaksinasi Anak

Dukungan Orang Tua Menjadi Salah Satu Kunci Sukses Vaksinasi Anak

  • account_circle Agus Yuwono
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
  • visibility 238
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADADIMALANG Jakarta – Pemerintah telah mengizinkan pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak usia enam hingga 11 tahun, sehingga vaksinasi untuk anak tersebut sudah mulai banyak dilaksanakan di berbagaio daerah.

Seiring dengan program vaksinasi bagi kelompok lainnya, vaksinasi anak ini diharapkan turut mendukung terciptanya kekebalan komunal (herd immunity) sehingga sangat membutuhkan peran dari orang tua.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan bahwa pelaksanaan vaksin untuk anak telah dimulai dari wilayah dengan cakupan vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen dan vaksinasi lansia di atas 60 persen sehingga kick off vaksin anak itu dilakukan di 115 kabupaten/kota dan akan terus bertambah.

“Pelaksanaan vaksin untuk anak usia enam hingga 11 tahun berjalan lancar, aman dan peminatnya makin lama makin banyak,” papar Maxi dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) –KPCPEN, Senin lalu (20/12/2021).

Menurut Maxi, berdasarkan pantauan seminggu terakhir sudah lebih dari 500 ribu anak yang tervaksinasi.

“Sasaran 26,5 juta masih jauh, namun ini baru minggu pertama dan peminatnya makin banyak. Diharapkan berjalan lancar ke depannya. Dalam hal ini penting sekali orang tua memahami tujuan vaksinasi untuk mencegah masuknya virus.Banyak penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Apalagi saat ini telah dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas, sehingga aman jika anak pulang meski ada kakek nenek di rumah karena telah vaksinasi,” beber Maxi.

Selain di sekolah, vaksinasi anak dilakukan di sejumlah fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit serta sejumlah sentra vaksinasi lainnya.

“Justru diharapkan bisa dilakukan vaksinasi di sekolah, dalam hal ini Kemenkes bekerja sama dengan Kemendikbud. Serta dengan Kemenag, untuk sekolah berbasis keagamaan dan yayasan-yayasan,” ujar Maxi.

Sellanjutnya pelaksanaan vaksinasi anak usia enam hingga 11 tahun akan dibantu Pemda, TNI Polri, juga pemangku kepentingan lain seperti pihak swasta dan organisasi keagamaan untuk sukseskan vaksinasi.

Tak kalah penting, kembali, adalah peran para orang tua dan masyarakat dalam menyampaikan informasi yang benar serta melawan hoaks.

Maxi pun menekankan jika lebih baik bila vaksinasi di sekolah juga menghadirkan orang tua agar  dapat menyaksikan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Sri Rezeki Hadinegoro menjelaskan alasan anak-anak perlu diberikan vaksin Covid-19.

“Kalau kita lihat, anak-anak usia enam hingga 11 tahun kalau kena Covid-19 cenderung ringan atau tanpa gejala. Namun Covid-19 juga bisa menyebabkan gejala berat dan harus dirawat terutama anak dengan komorbid, misalnya penyakit jantung bawaan, diabetes dan asma,” ujarnya.

Sri menambahkan, meski gejala klinis Covid-19 pada anak ringan, namun anak-anak ini tetap dapat menularkan virus ke orang-orang sekitar termasuk kepada anggota keluarga lansia.

“Bila kakek nenek dengan komorbid belum divaksin maka bila terinfeksi Covid-19 dapat berbahaya. Jadi vaksinasi pada anak ada keuntungan untuk diri sendiri dan orang lain. Apalagi anak-anak bersiap PTM, maka vaksinasi perlu dilakukan. Anak-anak ini harus imun supaya tidak tular-menular,” ujarnya.

Bagi anak yang memiliki alergi, Sri menganjurkan orang tua untuk memvaksinasi anaknya di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) yang memiliki peralatan lengkap sehingga jika ada reaksi pasca vaksinasi bisa selekasnya ditangani.

Sementara itu, Psikolog anak, Seto Mulyadi menyampaikan bahwa vaksinasi merupakan pemenuhan hak anak untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal tersebut menurut Kak Seto harus dikampanyekan terus-menerus guna menghapus keraguan orang tua akan pentingnya vaksinasi anak.

“Kadang orang tua yang menghalangi karena berbagai hoaks. Karenanya penjelasan kepada orang tua perlu diberikan agar mereka tidak lagi percaya hoaks dan mau mengizinkan anak untuk divaksinasi Covid-19. Orang tua diharapkan terbuka dan bersinergi bersama,” tutur Kak Seto.

Selain itu, pendekatan kepada anak dengan bahasa anak juga perlu dilakukan. Bahkan, anak yang sudah paham selanjutnya juga dapat membantu meyakinkan orang tua.

Kak Seto menegaskan bahwa saat ini hal penting untuk anak adalah hak hidup dan hak sehat, termasuk sehat mental.

“Dengan anak gembira, maka resiliensi (daya lenting) akan naik, imun kuat. Sedangkan anak yang depresi mudah sakit, itu malah kontraproduktif di masa pandemi sekarang ini,” tandas Kak Seto. (A.Y)

  • Penulis: Agus Yuwono

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Tanggapan Orang Tua Siswa SD Insan Amanah Setelah Akses Jalan Dibuka

    Ini Tanggapan Orang Tua Siswa SD Insan Amanah Setelah Akses Jalan Dibuka

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 332
    • 0Komentar

    ADADIMALANG – Selain pihak sekolalah SD Insan Amanah Malang yang merasa lega dengan pembukaan akses jalan menuju sekolah tersebut, orang tua dari siswa yang bersekolah di SD Insan Amanah juga menyampaikan rasa senangnya. Bahkan orang tua siswa nampak turut serta menyaksikan pembukaan portal di RW 12 Mojolangu dan pagar di RT 10 RW 4 Jatimulyo […]

  • PKS Kota Malang Gelar Musda VI, Rendra Masdrajad Safaat Sebut Kepemimpinan Kuat Lahir dari Proses Demokratis

    PKS Kota Malang Gelar Musda VI, Rendra Masdrajad Safaat Sebut Kepemimpinan Kuat Lahir dari Proses Demokratis

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Kota Malang dari PKS, Rendra Masdrajad Safaat saat menandatangani Pakta Integritas sebagai Pengurus DPD PKS Kota Malang (Foto : Ist)

  • Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Musrenbang RPJMD 2025

    Pemkot Malang Pastikan Penataan OPD Tak Membebani Keuangan Daerah

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle redaksi
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., saat menghadiri acara beberapa waktu yang lalu

  • 1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

    1,5 Bulan Ini Naga Menghidupi Ibunya Seorang Diri

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 1.470
    • 1Komentar

    Anak 8,5 tahun mengemis untuk hidupi ibunya yang patah tulang korban kecelakaan. ADADIMALANG – Tidak ada yang menyangka bahwa roda kehidupan akan membuat Siti Aisyah (33) akhirnya tidak bisa beraktivitas layaknya orang kebanyakan lagi. Siti Aisyah mengalami kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di daerah Situbondo bersama anaknya Naga (8,5) menuju ke rumah saudaranya […]

  • Wali Kota Malang, Drs H. Sutiaji menerima penghargaan Anugerah Meritokrasi bagi Pemerintah Kota Malang

    Pemerintah Kota Malang Raih Penghargaan Anugerah Meritokrasi

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2021
    • account_circle Agus Yuwono
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Wali Kota Sutiaji ajak kuatkan kualitas manajemen ASN. Surabaya ADADIMALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kembali menorehkan prestasi. Prestasi kali ini yang diperoleh adalah Anugerah Meritokrasi tahun 2021 yang diterima langsung oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji yang diserahkan oleh Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto di The Westin Grand Ballroom Surabaya […]

  • 3.000 saksi dan tim anti blackchampaign serta money politic diturunkan ASIK

    3.000 saksi dan tim anti blackchampaign serta money politic diturunkan ASIK

    • calendar_month Minggu, 24 Jun 2018
    • account_circle redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Kota Malang – Dalam momentum pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Malang tanggal 27 Juni 2018 yang hanya kurang dua hari lagi, Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Anton-Syamsul (ASIK) telah melakukan persiapan untuk pengawasan saat pelaksanaan Pilkada tersebut. Salah satu persiapan yang sudah dilaksanakan adalah dilatihnya sekitar 3.000 orang untuk menjadi saksi bagi Paslon ASIK […]

expand_less