Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

E-Flash ITN Malang Jadi Best Design Jember Line Tracer 2020

E-Flash ITN Malang Jadi Best Design Jember Line Tracer 2020

Berharap dapat menjadi yang tercepat.

ADADIMALANG — Robot penjejak garis (E-Flash) dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berhasil meraih prestasi sebagai Best Design di ajang Jember Line Tracer X 2020 (JLT X).

Kontes Robot Line Follower tingkat nasional yang dilaksanakan secara online oleh Himpunan Mahasiswa Elektro Universitas Negeri Jember (Unej) ini diikuti 32 tim dari seluruh Indonesia selama dua hari sejak hari Minggu lalu (07/11/2020).

Tim robot dari ITN berhasil.meloloskan 3 tim robot di ajang JLT X tersebut yakni E-Flash, E-Dush dan E-Srikandi, dimana robot tim ITN Malang ini meluncur secara online dari sirkuit kampus II ITN Malang.

“Untuk perlombaan race E-Flash hanya sampai 16 besar. Tapi, dengan lolos 16 besar akhirnya kami berhasil mendapat kategori best design,” kata Ketua Tim E-Flash Basuki Rachemat.

Selain harus lolos di 16 besar, kategori Best Design berhasil diraih setelah mencapai nilai memuaskan dalam hal kerapian, inovasi dan kreatifitas, orisinalitas, serta kesesuaian dengan tema.

“Design robot kami terlihat fleksibel untuk mengikuti jalur lintasan, serta aksesorisnya menarik. Mungkin itu yang dilihat oleh juri,” tukas mahasiswa Teknik Elektro yang dibantu oleh Ahmad Iqbal Zajuli sebagai anggota tim.

Pertandingan robot line tracer ini menurut Basuki akan memakai sistem battle, dimana ada dua kali pertandingan untuk sesi penyisihan mencapai 16 besar dan fase knock out meloloskan delapan pemenang. Setelah itu baru dikerucutkan menjadi empat pemenang yang akan menuju babak Final.

“Kami diberi waktu empat menit untuk menyelesaikan lintasan. Sayangnya ketika latihan sebelum lomba robot sempat mengalami kerusakan (short sircuit dan motor penggerak rusak). Dan ketika perlombaan robot sempat keluar lintasan (line follower) dan akhirnya retry 1 kali,” tutur Basuki.

Kedepannya tim yang tergabung dalam Komunitas Robotika ITN Malang ini akan lebih mempersiapkan diri dalam mengikuti berbagai kontes.

“Seting robot atau kalibrasi perlu lebih dibenahi, karena masih ada kendala error yang mengakibatkan retry. Kami juga akan mempersiapkan sparepart cadangan apabila ada kerusakan pada robot. Semoga tahun-tahun selanjutnya bisa lebih baik,” pungkas mahasiswa asal Pasuruan ini. (A.Y)

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan