Adadimalang.com

The Art of News

banner 728x90

Kasdim 0833 Ajarkan Wasbang Kepada Maba Stikes Panti Waluyo Secara Daring

Kasdim 0833 Ajarkan Wasbang Kepada Maba Stikes Panti Waluyo Secara Daring

ADADIMALANG – Dalam kondisi pandemi covid-19, tidak berarti menghambat pemberian materj wawasan kebangsaan kepada para mahasiswa baru.

Menyiasati kondisi pandemi dan untuk memutus rantai penularan covid-19, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0833 kota Malang Mayor Arh Heru Sunyoto memberikan materi Wawasan Kebangsaan (wasbang) secara daring (online).

Dalam pemberian materi wasbang dengan tema ‘Pembinaan Berbangsa dan Bernegara’ kepada Mahasiswa Baru STIKES Panti Waluyo Malang tersebut, Mayor Arh Heru Sunyoto menyampaikan bahwa pembekalan wasbang ini dilakukan dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Stikes Panti Waluyo Malang.

“Tujuan kegiatan ini untuk menguatkan tekad dan semangat mahasiswa baru agar semakin cinta tanah air, negara dan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap Kasdim 0833 kota Malang.

Dalam materinya, Mayor Arh Heru Sunyoto menyampaikan bahwa berpijak dari dua sejarah kerajaan besar Nusantara yang sangat termashur di jamannya yaitu Sriwijaya dan Majapahit, mengalami keruntuhan dan kehancuran karena ribut akibat konflik sendiri yang tidak bisa mempertahankan persatuan negara.

“Kita butuh bersatu dalam perjuangan sehingga dalam perkembangannya hal tersebut membuat mata dan pikiran para pemuda-pemuda yang berada di wilayah Nusantara bersatu dan mendirikan organisasi kepemudaan yang diawali dengan Boedi Oetomo yang dikenal dengan kebangkitan nasional. Gerakan kebangkitan nasional ini adalah tonggak untuk mewujudkan kesepakatan jiwa dalam kebersamaan, persatuan dan senasib seperjuangan sehingga melahirkan kesadaran serta tekad untuk bersatu,” jelas Mayor Arh Heru Sunyoto.

Pembekalan wawasan kebangsaan dan materi lainnya selama masa pengenalan menurut Kasdim 0833 kota Malang akan menjadi bekal yang berharga bagi mahasiswa termasuk dalam pembentukan karakternya sebagai generasi bangsa.

“Saat ini kita sudah dilanda adanya Proxywar yang merupakan sebuah konfrontasi antar kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung. Oleh karena itu kita harus dapat menyerap secara bijak informasi dan publikasi yang masuk dari berbagai media baik elektronik, media cetak maupun media sosial,” pungkas Kasdim 0833 Kota Malang. (A.Y)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan