~ The Art of News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Alami Lonjakan

Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit di Kota Malang Alami Lonjakan

  • account_circle Fitri Fatma
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Harga komoditas cabai rawit di Kota Malang mulai merangkak naik hingga menyentuh angka Rp66 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir. Lonjakan harga ini dipicu oleh keterbatasan pasokan akibat dampak musim kemarau yang masih berlangsung di wilayah setempat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga cabai terjadi karena mayoritas petani cabai di Kota Malang mengandalkan lahan tadah hujan, sehingga proses penanaman sangat bergantung pada curah hujan.

“Tanaman cabai yang tidak ditanam di lahan sawah itu menunggu awal musim hujan baru akan melaksanakan penanaman. Saat ini masih persiapan lahan,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, salah satu wilayah yang telah siap melakukan penanaman massal berada di kawasan Baran, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang. Di lokasi tersebut, terdapat lahan seluas dua hektare yang telah diolah dan diberi pupuk, serta siap ditanami begitu hujan turun.

“Tinggal menunggu awal musim hujan maka akan langsung dilakukan penanaman. Bahkan bibitnya pun juga sudah siap,” kata Slamet.

Sementara itu, untuk tanaman cabai di lahan non-persawahan yang sudah mulai ditanam, diperkirakan baru dapat dipanen sekitar 3 hingga 3,5 bulan mendatang. Namun, Slamet menyebutkan bahwa hasil panen perdana biasanya belum optimal dan baru akan mencapai puncak produksi pada fase panen ke-8 hingga ke-10.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Pemerintah Kota Malang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan langkah intervensi pasar jika kenaikan harga terus melaju hingga menembus angka Rp100 ribu per kilogram.

“Nanti dari TPID, kalau memang kenaikan harganya sampai Rp100 ribu akan ada intervensi melalui Warung Tekan Inflasi yang akan dijalankan oleh Diskopindag,” tegas Slamet.

Selain cabai rawit dan cabai besar, Pemkot Malang juga mewaspadai potensi kenaikan harga pada komoditas pangan lainnya. Slamet menandaskan bahwa komoditas seperti bawang merah dan bawang putih turut masuk dalam skema pemantauan ketat guna mengantisipasi gejolak inflasi daerah.

  • Penulis: Fitri Fatma
expand_less