King’s College London Buka Dua Prodi Baru, Digital Law dan Advanced Cyber Security
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memukul gong sebagai tanda pembukaan 2 program studi baru di King's College London hari ini (Foto : Agus Yuwono)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kab. Malang | ADADIMALANG.COM — King’s College London membuka dua program studi baru jenjang magister (S2) di kampus yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Kedua program tersebut yakni Digital Law dan Advanced Cyber Security yang akan mulai menerima mahasiswa pada 2027 mendatang.
Pembukaan dua program studi tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan keterampilan dan ilmu pengetahuan yang dinilai relevan dengan kebutuhan Indonesia, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital dan ancaman keamanan siber.
King’s Rector in Indonesia and South East Asia, Simon Tanner, mengatakan kehadiran dua program studi baru tersebut akan melengkapi program yang sebelumnya telah dimiliki King’s College London di KEK Singhasari, yakni Digital Future dan Digital Economies.
“Namun kami akan melipatgandakannya dengan menerima mahasiswa dari program Hukum Digital (Digital Law) dan Keamanan Siber Lanjutan (Advanced Cyber Security) yang dibuka hari ini dan akan mulai dijalankan tahun 2027 mendatang,” ungkap Simon.

King’s Rector in Indonesia and South East Asia, Simon Tanner saat memberikan keterangan kepada wartawan (Foto : Agus Yuwono)
Menurut Simon, pembukaan dua program studi baru tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terutama dalam melihat kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap keterampilan dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang digital.
Ia menyebut kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan King’s College London mengembangkan program pendidikannya di Indonesia.
“Ibu Khofifah memberikan banyak masukan hal yang dibutuhkan dari King’s College London sebagai salah satu dari 50 universitas terbaik di dunia. Oleh karena itu, saya sangat senang dan merasa terhormat dapat berada di sini. Kami sangat bangga karena Gubernur Jawa Timur ibu Khofifah mendukung kami serta membantu meluncurkan program-program yang sangat penting ini bagi Indonesia,” ujar Simon.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya atas pengembangan program pendidikan King’s College London di KEK Singhasari.
Khofifah mengatakan kehadiran King’s College London di Singhasari tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses komunikasi, usulan dan upaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Jadi bukan King’s College London yang memilih membuka di Singosari, tetapi karena pihak kita itu aktif,” ungkap Gubernur Jatim.
Menurut Khofifah, program yang dikembangkan King’s College London memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat, birokrasi maupun sektor swasta. Program Digital Future dan Digital Economies yang telah dibuka di King’s College London ini dinilai memiliki relevansi dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan sebelum melakukan peresmian pembukaan 2 program studi baru di King’s College London hari ini (Foto : Agus Yuwono)
“Jadi ada Digital Future dan Digital Economies yang merupakan kebutuhan bangsa ini. Kalau kita tidak mencangkok langsung dari King’s College London, maka itu akan terlalu lama prosesnya,” ujar Khofifah.
Untuk dua program studi yang baru dibuka, Khofifah melihat kebutuhan yang tidak kalah besar terdapat pada bidang hukum digital dan keamanan siber. Ia mengaitkan kebutuhan tersebut dengan perkembangan ancaman di ruang siber yang menurutnya terus meningkat.
“Menurut data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diketahui bahwa dunia siber itu mendapatkan ancaman gangguan sampai 5,5 miliar kali ini di tahun 2025. Dan di 2026 ini mulai bulan Januari hingga April lalu jumlah ancamannya sudah mencapai sekitar 1,42 miliar kali,” ungkap Gubernur Jatim.
Menurut Khofifah, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sumber daya manusia yang mampu memahami aspek hukum sekaligus keamanan dalam ekosistem digital.
Ia menegaskan upaya perlindungan data dan keamanan digital diperlukan untuk berbagai sektor, termasuk keamanan nasional, perbankan dan sektor swasta.
“Jadi tempatnya saja di KEK Singhasari, Malang, Jawa Timur, tapi ini sebenarnya kebutuhan bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Gubernur Khofifah. (A.Y)
- Penulis: Agus Yuwono



