Tingkatkan Kompetensi Pofesional, Guru MA Daruttauhid Malang Ikuti Bimtek Kurikulum Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
- visibility 441
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM — Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam menerapkan Kurikulum Mendalam (Deep Learning) serta memperkuat pemahaman dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam proses pembelajaran, para guru pengajar dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah (MA) Daruttauhid Malang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) tentang penerapan kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hari Sabtu kemarin (15/08/2026).
Kegiatan yang mengambil tema ‘Menghadirkan Hati dengan Penuh Cinta dalam Setiap Proses Pembelajaran’ ini digelar di Aula Lantai 2 PP Daruttauhid Malang dengan menghadirkan Drs. Farid Wadji Sjaifullah, M.Pd., yang merupakan Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Malang.
Dengan mengikuti bimtek kali ini, diharapkan para guru akan mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dan menghadirkan nilai-nilai cinta dalam interaksi guru dengan peserta didik serta dalam proses pembelajaran.
Para guru pengajar dan tenaga kependidikan juga didorong untuk dapat melakukan refleksi dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan yang diharapkan akan mampu meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan berpusat pada peserta didik.
Di awal kegiatan, Kepala MA Daruttauhid Malang, Arif Sholehudin, S.Pd., Gr., menekankan kepada dewan guru agar kegiatan Bimtek tidak berhenti pada pemahaman teori.
“Bimtek ini jangan berhenti pada teori semata, tetapi harus kita praktikkan dan bawa langsung ke dalam pembelajaran di kelas. Kurikulum Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, tetapi harus terasa dalam cara kita mengajar, mendampingi, dan memperlakukan peserta didik,” ungkap Arif Sholehudin.
Para peserta bimtek diharapkan Arif, akan mampu menghadirkan hati dalam setiap proses pembelajaran mengingat pendidikan yang baik bukan hanya membuat peserta didik memahami pelajaran, tetapi juga membuat peserta didik merasa dihargai, dicintai, dan mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Dalam paparannya, Drs. Farid Wadji Sjaifullah, M.Pd., mengajak para peseta bimtek untuk terlibat langsung dalam praktik, simulasi, diskusi, dan refleksi setelah penyampaian materi atau teori, sehingga konsep yang dipelajari dapat dipahami sekaligus dicoba dalam konteks pembelajaran.
Semangat “Menghadirkan Hati dengan Penuh Cinta dalam Setiap Proses Pembelajaran” membuat para peserta kegiatan bimtek menjadi antusias dalam menyerap teori dan melaksanakan praktik dan simulasi penerapan kurikulum deep learning dan kurikulum berbasis cinta tersebut.
Melalui pelaksanaan bimtek yang diharapkan akan dapat dipraktikkan dalam kegiatan belajar mengajar di MA Daruttauhid Malang ini, akan menjadi awal transformasi pembelajaran di MA Daruttauhid Malang untuk mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam, bermakna, menggembirakan, dan berkarakter, sekaligus memperkuat peran guru sebagai pendidik yang terus belajar dan berkembang. (Red)
- Penulis: Agus Yuwono



