Launching Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Malang Pastikan Kerahasiaan Data Aman
- account_circle Agus Yuwono
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 247
- print Cetak

Foto bersama Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., dalam Launching Sensus Ekonomi 2026 di Halaman Depan Balaikota Malang (Foto : Red AdaDiMalang)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kota Malang | ADADIMALANG.COM – Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM., secara resmi mendeklarasikan Sensus Ekonomi 2026 dalam apel pagi yang digelar di Balai Kota Malang pagi tadi, Senin (15/06/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan Statistik Satu Data (SATA) kepada organisasi perangkat daerah (OPD) serta pelepasan mahasiswa program KKN Kelurahan Cantik (Cinta Statistik).
Wali Kota Wahyu Hidayat mengatakan ketiga agenda tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat ketersediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
“Semuanya berkaitan dengan data. Kami berharap dengan tiga agenda ini bisa menjadi satu rangkaian untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bisa dijadikan dasar perencanaan pembangunan, termasuk mengetahui sejauh mana tingkat perekonomian di Kota Malang,”ujar Wahyu.
Menurutnya, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diawali dengan apel dan pembacaan deklarasi oleh para petugas sensus sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pendataan di masyarakat. Selain itu, Pemkot Malang juga memberikan penghargaan Statistik Satu Data kepada OPD dan kelurahan yang dinilai memiliki tata kelola data terbaik. Penilaian dilakukan bersama perguruan tinggi dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, Pemkot Malang telah menginstruksikan camat, lurah, hingga RT dan RW agar membantu menyosialisasikan kegiatan tersebut kepada masyarakat.
Wahyu mengimbau warga Kota Malang untuk menerima dan memberikan informasi yang dibutuhkan petugas sensus. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
“Kami berharap masyarakat Kota Malang siap menerima petugas Sensus Ekonomi 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 atau selama sekitar 2,5 bulan.
Dalam pelaksanaannya, BPS Kota Malang menerjunkan 627 petugas sensus yang akan disebar ke seluruh kelurahan dan lingkungan RT di Kota Malang. Setiap petugas ditargetkan mendata sekitar 750 hingga 850 unit usaha maupun rumah tangga usaha.
“Kami menerjunkan sebanyak 627 petugas. Kami sebar ke seluruh kelurahan dan RT. Banyak sekali target yang harus didapatkan oleh petugas,” jelas Umar.
Ia menambahkan, petugas sensus akan dilengkapi dengan atribut resmi berupa rompi, kartu identitas, dan surat tugas. Karena jumlah pertanyaan dalam kuesioner cukup banyak, BPS berharap masyarakat dapat menerima petugas dengan baik serta memberikan jawaban yang jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Jawablah pertanyaan dengan sebenar-benarnya. Karena hasil sensus ekonomi ini nantinya akan sangat berguna, tidak hanya bagi pemerintah daerah tetapi juga untuk kepentingan semua pihak,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, BPS Kota Malang bersama sejumlah perguruan tinggi juga melepas mahasiswa peserta program KKN Kelurahan Cantik (Cinta Statistik). Tahun ini program tersebut melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus, termasuk tambahan peserta dari Universitas Negeri Malang (UM).
Para mahasiswa akan ditempatkan di seluruh kelurahan di Kota Malang dengan jumlah sekitar 10 hingga 20 orang per kelurahan. Mereka bertugas membantu penyusunan data statistik, pembuatan infografis, serta pemantauan perkembangan ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.
“Harapan kami, mahasiswa bisa membantu setiap kelurahan untuk menyusun data statistik, membuat infografis, dan memantau ekonomi kreatif di setiap kelurahan Kota Malang,” pungkas Umar. (Red)
- Penulis: Agus Yuwono



